Allah Tidak Melihat Seberapa Besar Dosamu Dimasa Lalu, Tapi Seberapa Ikhlas Taubatmu Hari Ini

Loading...
Loading...

Tak ada insan suci yang tidak mempunyai masa lampau, karena manusia bukan makhluq yang sempurna. Sebab, sempurna hanya milik Allah Subhanahu Ta’ala.

Oleh karena itu, kita tidak usah merasa khawatir takut tidak diterima oleh masyarakat karena dimasa yang lampau kita pernah melakukan kesalahan. Sekalipun kesalahan kita memang tidak bisa ditoleransi oleh sebagian masyarakat, kita harus sadar bahwa Allah tidak pernah melihat seberapa besar dosa kita dimasa lalu. Karena Allah hanya akan melihat seberapa besar taubat kita saat ini.

Jadi untuk apa takut dan khawatir kepada penilaian manusia, jika Allah telah dengan bijaksana menerima taubat kita. Dan biarlah manusia menilai kesungguhan hati kita dengan segenap penilaiannya, karena sampai kapanpun penilaian manusia akan tetap seperti itu, memandang sebelah mata. Itu membuktikan bahwa diantara kita memang tak ada yang sempurna, karena sempurna hanya milik Allah.

Semua orang berhak mendapat hidup yang lebih baik, jadi untuk apa resah dan gelisah untuk mempebaiki diri. Terlanjur membuat kesalahan bukan berarti kita tidak ada kesempatan untuk memperbaikinya. Selama nyawa masih tetap bersemayam diraga, kesempatan untuk mendapat hidup lebih baik senantiasa harus kita lakukan.

Karena Allah tidak pernah melihat seberapa besar dosa dihari kemaren, namun Allah akan selalu melihat seberapa ikhlas taubat kita dalam berserah diri pada-Nya. Maka dari itu, tak usah lagi memikirkan celotehan yang orang lain tengah lontarkan kepada kita.

Semua usaha kita untuk memperbaiki diri akan tetap Allah nilai dan terima, jika memang niat perubahan kita untuk mendapat titik terang menuju hidayahnya.

Syurga yang senatiasa Allah janjikan kepada semua hambanya, bukan hanya milik orang-orang yang tak pernah melakukan dosa, tetapi milik ia yang mau bersunggu-sungguh mengenal Allah. Orang-orang yang pernah melakukan dosa sekalipun juga berhak tinggal didalamnya, selagi ia mampu untuk memprbaiki kesalahan-kesalahannya, dan kembali ke jalan Allah.

Tak usah hiraukan apa yang dikatakan orang lain terhadap kita, karena penilaian manusia memang takkan pernah berakhir. Karena apa?, karena mausia tercipta dengan nafsu, ia mempunyai naluri untuk menilai, memvonis dan menghakimi. Sebab itulah kita diperintah untuk selalu menjaga hati, agar semua sikap dan perilaku kita tetap terjaga dengan baik.

Jadi selalu semangatlah untuk selalu mencari ridla Allah, jangan menunggu hidayah itu tiba kepada kita. Karena hidayah itu tidak akan pernah kita rasakan jika kita tidak berusaha untuk menjemputnya. Allah tidak akan pernah mengubah keadaan kita, jika diri kita tak pernah mau berusaha untuk memperbaiki.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel