Tiba-Tiba Istri Berucap Ke Suami: “Pah Izinkan Aku Jadi Pacaramu Sebulan Ini Saja”

Loading...
Loading...
Tanpa sengaja seorang istri menemukan chat mesra antara suaminya dengan seorang wanita di ponsel suaminya yang ketinggalan dirumah.

Membaca setiap chat-nya dengan perasaan yang perih, Ia menangis dalam diamnya sambil terus membaca.


Seketika ia bergegas mandi kemudian berangkat ke salon menghabiskan waktunya seharian di salon tersebut karena ingin membuat kejutan untuk sang suami.

Dengan meminjam hp temannya, sang suami berkali-kali menelepon dan memngirim pesan pada istrinya. Istrinya tau itu telepon dan pesan dari suaminya, namun tak ada satu pun telepon dan pesan dari suaminya yang ia tanggapi.

Malam pun tiba…

Suaminya pulang ke rumah dan kaget melihat kondisi rumah yg berantakan tapi melihat istrinya tampil berbeda, lebih cantik, teriat lebih seksi dan lebih wangi. Sungguh kali ini istrinya terlihat berbeda dari biasanya.

Dengan ekspresi bingung suami bertanya: “Kamu kenapa?”

Istrinya pun menjawab dengan manja: “Pah aku ingin menjadi pacarmu sebulan ini”.

Suaminya makin bingung dan langsung mencari hpnya yang ketinggalan tadi pagi. Hpnya ketemu dalam kondisi sudah kehabisan batrey.

Saat tiba waktunya untuk makan malam, Suaminya pun bertanya: “masak apa hari ini?”.

Sambil tersenyum, sang istri mengatakan tidak memasak dan malah mengajak suaminya makan malam di luar.

Karena lapar diapun langsung mengiyakan ajakan istrinya. Di dalam mobil istrinya meminta agar mereka makan di sebuah restoran terkenal dengan menu yang terkenal mahal dan enak, padahal biasanya sang istri lebih memilih tempat yang makan yang murah karena uangnya bisa digunakan untuk kepentingan lain. Dalam hati suaminya pun bertanya-tanya, ada apa gerangan.

Setelah dari makan, mereka pun pulang. Begitu sampai di rumah dan waktunya tidur, lagi-lagi sang suami dibikin bingun karena sang istri berkata mulai malam ini mereka tidur berpisah kamar. Istrinya kembali mengulang bahwa selama sebulan ia ingin menjadi pacar suaminya, sehingga ia minta diperlakukan sebagai pacar, bukan sebagai istri.

Hari pun berganti tak terasa sudah seminggu.

Rumah makin kotor tidak dibersihkan, tidak ada lagi sarapan pagi yang disiapkan istri untuknya sang suami, bahkan untuk kopi pun sang suami harus membuat sendiri.

Pakaian kotor numpuk di mesin cuci, tidak ada lagi ucapan “hati-hati di jalan ya pah” yang selalu diucapkan sang istri tiap kali suaminya berangkat kerja. Bahkan setiap kali berangkat kerja kondisi pintu kamar istrinya masih terkunci.

Tapi istrinya selalu memberi perhatian lewat chatt menanyakan dia sudah makan atau belum, mengajak kencan, nonton film terbaru di bioskop dan kerap bertanya aktifitas apa yang sedang dilakukan suaminya.

Suaminya pun makin bingung, karena walaupun rumah tidak terurus namun istrinya selalu tampail cantik dan wangi, semakin mesra memberi perhatian walau hanya lewat chat.

Setiap kali suaminya bertanya, sang istri selalu menjawab: “Aku mau jadi pacar kamu aja sambil tersenyum”.

Pada minggu ke-2 keadaan rumah semakin kotor dan berantakan, belum lagi anak-anaknya yang sedang berlibur di rumah neneknya akan segera balik ke rumah mererka karfena masa liburan sudah mau usai.

Keadaan itu membuat suaminya semakin tidak nayamanm dan sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi pada istrinya. Ia pun mengajak istrinya bicara dari hati ke hati.

Dalam percakapan itu, sang suami menyatakan keberatan dengan sikap istrinya yg lebih suka kesalon dalam 2 minggu ini, suaminya juga mengungkapkan ketidaknyamanannya dengan keadaan rumah yang semakin kotor dan berantakan, ditambah pula tidak pernah lagi ia mencicipi masakan istrinya, bahkan kopi pun harus ia buat sendiri.

Dengan santai istrinya pun menjelaskan bahwa seorang pacar tidak menyiapkan sarapan juga makan malam buat kekasihnya, jadinya seorang pacar tidak bau dapur, tidak akan kusut karena sibuk mengurus rumah, mencuci pakaian, membersihkan bak mandi sehingga pacar akan selalu terlihat cantik, seksi dan menawan tiap kali bertemu.

Aku mau menjadi pacarmu saja bukan istrimu seperti prempuan yang chat mesra denganmu, yang kamu bilang lebih perhatian dari aku, yang kamu selalu puji bahwa dia lebih menarik dan selalu wangi saat bertemu denganmu.

Padahal sadarkah kamu? kamu menilai dia lebih baik dari aku istrimu padahal dia hanya melakukan sedikit hal saja untukmu dibanding apa yg aku lakukanm sebagai istrimu untukmu dan hidupmu juga anak-anakmu.

Seketika suaminya menangis dan sambil memeluk istrinya, ia meminta maaf atas kekhilafannya selama ini.

Ia mengakui telah melakukan kesalahan besar dengan mengabaikan istrinya demi wanita lain yang dianggap lebih baik dari istrinya, namun ternyata ia menyadari bahwa istrinya adalah wanita luar biasa yang mencurahkan cinta dan kasih sayangnya juga mengurus dirinya dan segala kebutuhannya, anak dan rumah tempat tinggal mereka.

Sungguh tak dapat dibandingkan dengan wanita lain yang sempat ia dekati hanya karena kecantikan fisik semata.

Pesan Moral: Semoga kisah ini menginspirasi para suami di seluruh dunia semakin menyadari betapa berharganya wanita sebagai istri yang mendampinginya yang hidup bersama dengannya dan yang rela mecurahkan segala perhatian dan tenaganya demi suami, anak dan rumah tangganya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel