Hina Islam, Guru di Inggris Dilarang Mengajar Seumur Hidup

Loading...
Loading...
Seorang guru sekolah dasar di Inggris, Philip Turner (52 tahun), dilarang mengajar seumur hidup setelah menghina agama Islam.


Turner juga telah membuat serangkaian pernyataan yang tidak pantas selama mengajar di Sekolah Dasar Mary Elton di Clevedon, Somerset, Inggris.

Seperti dikutip dari Telegraph, Turner mengunggah komentar anti-Islam di Facebook-nya.

Dia menyebut Islam sebagai agama yang keji dan sepertiga Islam adalah ‘kanker dunia’. Dia juga mengungkapkan pandangan ekstrem di depan siswanya.

Misalnya, Turner mengatakan kepada siswanya di sekolah bahwa orang-orang dari etnis minoritas harus meninggalkan negara itu jika tidak senang dengan kebijakan domestik.

Dalam insiden kelas lainnya, ia juga mengatakan bahwa semua orang Meksiko adalah penjahat atau buruk.

Atas berbagai pernyataannya itu, ia pun dilarang mengajar seumur hidup setelah dinyatakan bersalah pada persidangan di Coventry.

Panel Badan Pengajaran menyatakan, apa yang diajarkan Turner itu dapat menimbulkan pandangan ekstrem bagi siswa, yang notabene sangat mudah terpengaruh.

Panel berpendapat bahwa Turner harus bertanggung jawab terhadap semua unggahan di halaman Facebook-nya.

Namun, Turner tidak menghapus materi yang menunjukkan kurangnya toleransi atau rasa hormat terhadap orang-orang dari agama atau bangsa lain.

“Turner gagal menunjukkan wawasan apa pun tentang tindakannya atau dampak yang bisa dilihatnya pada siswa. Dia tidak menunjukkan penyesalan selama proses berlangsung,” ujar Ketua Panel, John Armstrong.

Turner mulai bergabung di sekolah itu sejak 2010 sebagai guru baru yang berkualitas. Namun, beberapa unggahan yang muncul di halaman Facebook-nya dilaporkan oleh orang tua siswa pada September 2018.

Ada juga yang hanya membagikan dan mengomentari unggahannya.

Turner telah dipecat dari Sekolah Dasar Mary Elton setelah sidang disipliner tahun lalu.

Dia telah mengajukan banding terhadap hal itu, tetapi bandingnya ditolak. Sekarang, dia telah dilarang untuk mengajar seumur hidup setelah putusan Panel Badan Pengajaran.

Sumber: republika.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel