Kecantikan Fisik Hanya Akan Mendapatkan Perhatian Dari Mata, Tetapi Kecantikan Kepribadian Akan Mendapatkan Perhatian Dari Hati

Loading...
Loading...
Memiliki paras cantik haruslah untuk disyukuri, tapi jangan terlalu berbesar hati hingga melupakan bahwa sesungguhnya kecantikan yang ada pada diri ini hanya sebuah amanah dari Allah. Perlu diketahui pula, bahwa memiliki wajah yang cantik juga bisa menjadi mala petaka atau fitnah untuk dirimu sendiri jika kamu tidak pandai ‘menjaga’ kecantikanmu.


Menjaga kecantikan berarti menjaga bagaimana karunia ini tidak berubah menjadi malapetaka karena terlalu di umbar dan disuguhkan bukan pada orang yang berhak, karena menjaga kecantikan tidak melulu berarti harus dilakukan dengan melakukan perwatan kecantikan atau sejenisnya.

Kecantikan yang Allah berikan padamu adalah sebuah amanah yang harus kamu jaga, menjaga apakah cantikmu itu tidak membuat dirimu bangga lalu kamu lalai dengan memamerkannya pada yang bukan muhrimmu.

Apakah kecantikanmu itu mampu membuat dirimu menjadi lebih taat dan patuh karena bersyukur telah diberikan paras cantik lalu kamu mensyukurinya dengan cara menjaganya, atau dengan cara lebih menutup dirimu, menutup auratmu.

Kecantikanmu itu bisa menjadi sebuah anugrah bagimu bila kamu menjaganya dengan cara menutupnya, tidak memamerkannya dan hanya boleh dilihat oleh seseorang yang telah halal bagimu dan bagi keluargamu sendiri.

Dan kecantikanmu itu bisa menjadi fitnah jika kamu membawaya kejalan kemaksiatan. Memamerkannya, membanggakannya dihadapan banyak orang demi mendapatkan sebuah pujian atau sebuah kepopuleran yang tak membawa manfaat apapun di akhirat kelak.

Jangan biarkan kecantikanmu itu menjadi fitnah bagimu, sebab kamu umbar sana sini kepada orang yang tidak dikenal hingga memunculkan syahwat kaum lelaki yang bukan mahrammu. Hingga menyebabkan pertengkaran antara kaum adam hanya demi memperebutkan dirimu.

Jangan sampai memamerkan kecantikanmu itu dianggap sebagai sesuatu yang dapat membuat orang lain bertengkar atau hubungan orang lain retak karena tergoda kecantikanmu. Maka tak perlu kau pamerkan kecantikanmu itu, cukup hanya kamu dan seseorang yang menikahimul

ah yang tau bahwa kamu cantik.

Kecantikanmu itu bisa menjadi asal muasal kemaksaiatan bagi dirimu bial kamu tidak pandai menjaganya, bila kamu tak menutupinya dan jika kamu tidak pandai menjaganya. Jangan sampai kamu terseret dalam perbuatan maksiat karena kamu suka mengumbar kecantikanmu.

Kamu mungkin bisa menjaga tidak melakukan maksiat namun orang lain bisa saja memaksamu untuk berbuat maksiat. Ingat banyak cara atau godaan untuk membuatmu berbuat kemaksiatan.

Untuk apa bangga dengan kecantikanmu bila pasangan halalmu hanya mendapatkan ‘sisa-sisanya saja. Sebab kecantikanmu sudah dinikmati oleh banyak orang, baik dinikmati dengan cara dipandang atau disentuh-sentuh karena kau terlalu ‘murah’ pada dirimu jika ada yang ingin menyentuhmu.

Jangan bangga pada kecantikanmu jika kecantikamu itu hanya dapat mendatangkan dosa padamu. Apa yang bisa kamu banggakan dari dosa yang telah kamu datangkan dari kecantikanmu? Sejatinya perbuata dosa yang kamu dapatkan sudah menistakan dirimu sejak hidup di dunia apalagi diakhirat kelak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel