Dua Hari Tahan Lapar Bersama 4 Anaknya dan Hanya Minum Air Galon, Yuli Akhirnya Meninggal

Loading...
Loading...


Warga Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Banten, Yuli yang sempat viral tidak makan selama dua hari dan hanya meminum air galon isi ulang untuk menahan lapar, meninggal dunia, Senin 20 April 2020 pukul 15.00 WIB.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya, namun dugaan sementara akibat jantung.

Berdasarkan pantaun di lapangan, ketika jenazah Yuli dimasukkan ke dalam mobil, keluarganya menolak untuk dimintai keterangan.

Bahkan meminta wartawan untuk menghapus semua pemberitaan sebelumnya.

"Jangan memberitakan yang tidak benar, kami bukan orang susah, kami mampu, jadi hapus semua pemberitaan itu," ujar seorang keluarga korban, Senin20 April 2020.

Camat Serang TB Yassin mengatakan, ia mendapat laporan dari Lurah Lontar Baru bila warga yang baru mendapat bantuan, Yuli dinyatakan meninggal pada pukul 15.00.

"Itu beritanya memang benar. Saya sekitar 16.30 WIB datang takziyah ke rumah almarhumah (Yuli),” katanya.

Ia mengaku tidak tahu persis penyebab meninggalnya mendiang Yuli. Namun yang ia ketahui, Yuli dinyatakan meninggal pada saat dibawa menuju Puskesmas Singandaru.

“Saya kurang tahu itu karena apa meninggal dunia. Yang saya tahu itu ketika almarhum sedang dibawa ke Puskesmas Singandaru, sebelum sampai sudah tidak ada nyawa (meninggal dunia),” ucapnya.

Sebelumnya, Yassin sempat mendatangi kediaman Yuli pada Minggu 19 April 2020 untuk memberikan bantuan.

Di sana Yuli masih terlihat sehat dan baik-baik saja, tidak melihat adanya tanda-tanda suatu penyakit.

"Sempat berbicara dengan saya juga, sempat foto-foto. Jadi memang ketika mendengar hari ini beliau meninggal, saya cukup kaget," ujarnya.

Akan tetapi lanjut dia, mungkin ini adalah cara Allah memberikan jalan yang terbaik bagi keluarga mereka.

Sebelumnya, Yuli dan suaminya beserta empat anaknya menahan lapar dua hari dan hanya minum air galon isi ulang untuk menahan lapar.

"Cuma bisa minum air galon isi ulang, meski anak-anak bilang lapar juga hanya minum air saja," kata Yuli pada saat diwawancara kala itu.

Bahkan, ia sempat meminta bantuan sembako kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.

Namun, ia mendapat jawaban yang tidak diharapkannya, pihak RT mengatakan bila bantuan belum diterima olehnya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

"Sudah coba datang, katanya tidak bisa dapat bantuan," ujarnya.

Ia pun menceritakan, bila suaminya tetap mencari usaha dan berusaha mencari barang bekas untuk menyambung hidup.

Dalam satu hari, suaminya bisa membawa uang Rp 25.000 sampai Rp 30.000.

"Iya lumayan, kadang dapat segitu bisa buat beli beras satu liter untuk kami berenam. Itu pun diirit-irit," ucapnya.

https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01369127/dua-hari-tahan-lapar-bersama-4-anaknya-dan-hanya-minum-air-galon-yuli-akhirnya-meninggal?page=3


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel