Nasib anak Pak RT penolak jenazah di Ungaran Yang Sedang Sakit.

Loading...
Loading...

Buntut dari insiden penolakan perawat Rumah Sakir Dr. Kariadi Semarang, Nuria Kurniasih pada pekan lalu, warga Sewakul Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang was-was. Bagaimana pula nasib anak Pak RT penolak jenazah Nuria?

Warga Sewakul khawatir bila keluarganya sakit, tidak akan dirawat maupun mendapatkan pelayanan kesehatan dari rumah sakit. Ketakutan warga beralasan, sebab setelah insiden penolakan jenazah yang viral itu, pemakaman di TPU Siwarak, Sewakul dipenuhi dengan karangan bunga dari rekan sejawat almarhumah, yang protes penolakan tersebut.

Salah satu karangan bunga dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pemalang bertuliskan,’Nyawa pun kami pertaruhkan. jika jasad kami anda tolak, apa perlu anda kami tinggalkan,’.

Usai insiden penolakan tersebut, warga Sewakul menjadi sorotan warga Semarang dan sekitarnya. Meski tiga provokator penolakan jenazah, termasuk Ketua RT, telah menjadi tersangka, warga masih khawatir.

Menurut keterangan warga sekitar, salah satu anak dari tersangka Pak RT, Purbo, sudah sakit dan dalam waktu dekat ini menurut rencana akan berobat ke RS Kariadi. Entah bagaimana nasibnya nanti anak pak RT, apakah tetap akan mendapatkan pelayanan kesehatan tidak ada penolakan.

Berkaitan dengan kekhawatiran warga Sewakul, Ketua PPNI Jawa Tengah, Edy Wuryanto menegaskan perawat akan bekerja profesional dan tak akan menolak pasien. Sebab, kata Edy, perawat terikat dengan sumpah keperawatan.

Lagi pula, kata Edy, PPNI sudah paham tidak semua warga Sewakul menolak jenazah almarhumah Nuria, hanya segelintir oknum warga saja yang menolak.

Perawat di Rumah sakit Dr. Kariadi pun juga mengabarkan akan tetap menerima pasien siapa pun mereka. Dalam sebuah postingan di Facebook dengan akun Paramitha Dewi Ariyani, menuliskan RS Kariadi menuliskan, ‘walaupun kalian pernah menolak jenazah sahabat kami yang gugur, namun kami tidak akan menolak untuk merawat kalian jika sakit’.

Edy memuji postingan tersebut. Di akun Instagramnya, Edy menegaskan komitmen perawat.

“Sebuah komitmen yang membuat kita semua bangga! Tetap semangat sejawat. Semoga kita semua sehat selaly. Amin YRA,” tulis Edy.

Nasib anak almarhumah

Berbeda dengan warga Sewakul, anak almarhumah mendapatkan simpati dari warga dan masyarakat secara luas.

Syukurnya, ada yang peduli dengan nasib masa depan putri almarhumah Nuria. Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyurati keluarga almarhumah dan memberi beasiswa kuliah sampai lulus kepada putri pertama almarhumah.

Kabar Unimus dibenarkan oleh Edy Wuryanto, yang juga dosen di Unimus.

Edy mengatakan dalam akun media menyampaikan terima kasih atas kepedulian Unimus terhadap masa depan anak almarhumah.

“Teman sejawat, saya bersyukur hati ini mendapat kabar bahwa Anak2 dari Almarhum Nuria Kurniasih, setelah lulus dari SMA mendapat beasiswa dari Universitas Muhammadiyah Semarang, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya selama memberikan pelayanan pada pasien Covid 19,” kata Edy.

Beasiswa sampai lulus di Unimus diberikan untuk putri almarhumah, kecuali program studi di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.

Sumber : hops.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel