Pengumuman, Mulai Senin Siswa Belajar dari Rumah Lewat TVRI Selama 3 Bulan

Loading...
Loading...

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menggandeng TVRI untuk mengatasi keterbatasaan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di sekolah.

Lewat program Belajar dari Rumah yang akan ditayangkan di TVRI, diharap siswa tak ketinggalan pelajaran meskipun berada di rumah.

Seperti diketahui, sudah hampir sebulan siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA belajar dari rumah akibat pandemi wabah virus corona atau Covid-19.



Pemerintah di masing-masing provinsi memilih meliburkan sekolah untuk mengantisipasi penyebaran virus yang berasal dari Kota Wuhan, China, tersebut.

“Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19,” kata Nadiem melalui telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020).

Nadiem menambahkan, program ini disiarkan televisi secara nasional untuk mengatasi keterbatasan akses jaringan internet, terutama bagi para siswa yang ada di daerah-daerah.

“Khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis,” ujar Nadiem.

Program Belajar dari Rumah yang akan tayang di TVRI merupakan respons Kemendikbud terhadap masukan Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja tanggal 27 Maret 2020 lalu. Nadiem menilai upaya ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar.

“Program Belajar dari Rumah mulai tayang di TVRI pada Senin tanggal 13 April 2020 dimulai pada pukul 08 pagi,” ucap Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem menuturkan, program Belajar dari Rumah direncanakan dapat terselenggara setidaknya selama 3 bulan ke depan.

“Nantinya selain diisi dengan program pembelajaran untuk semua jenjang, Belajar dari Rumah juga akan menyajikan program Bimbingan Orangtua dan Guru serta tayangan kebudayaan pada akhir pekan,” kata Mendikbud.


Adapun konten atau materi pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta penumbuhan karakter peserta didik.

Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi mengenai program ini bersama dengan lembaga nonpemerintah.

“Yang perlu dicatat bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat adalah pemberian pendidikan yang bermakna,” kata Nadiem.

Selanjutnya, dalam situasi di mana kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terhenti, solidaritas dan gotong royong menjadi kunci penanganan Covid-19 di Indonesia.

Oleh karena itu Kemendikbud terbuka untuk kerja sama dan kolaborasi pendukungan penyelenggaraan pendidikan di masa darurat ini.

“Kami berterima kasih atas semua bantuan, kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, dari Komisi X, mitra swasta, organisasi masyarakat, juga relawan yang bersama-sama mengambil peran dan kontribusi dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19,” tuturnya.

“Semangat gotong royong yang kita miliki menunjukkan kesatuan dan kekuatan bangsa kita yang berideologi Pancasila.”

Mendikbud berharap agar para orang tua, pendidik, dan peserta didik menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Pesan saya agar baik orang tua, siswa, dan guru menjaga kesehatan masing-masing beserta keluarga sesuai protap dari Kemenkes terkait Covid-19, dan untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi agar belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah,” tutur Mendikbud.


Sumber: kompas.tv

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel