Viral Ribuan Cacing Keluar dari Tanah di Klaten dan Solo, Warganet Kaitkan dengan Desinfektan

Loading...
Loading...

Fenomena ribuan cacing keluar dari tanah di daerah Klaten dan Solo menjadi viral di Instagram.

Akun Instagram @kabar_klaten, membagikan foto dan video cacing-cacing tanah bergerombol keluar dari tanah, di daerah Klaten. Sementara itu di Pasar Gede, Solo, ribuan cacing tanah berada di jalan raya dan trotoar.

Cacing tanah tersebut layaknya semut yang bergerombol dan keluar dari tanah.

Komentar warganet

Beberapa warganet beri komentar terkait fenomena ribuan cacing keluar dari tanah.

Penyebabnya karena pencemaran air di dalam tanah. Cacing keluar dari dalam tanah karena ekosistem tempat tinggalnya terganggu.

Beberapa warganet mengkaitkan desinfektan yang banyak disemprotkan akhir-akhir ini untuk pencegahan Virus Corona.

Cairan desinfektan itu dapat meresap ke dalam air. Di musim hujan ini, air yang mengandung cairan desinfektan meresap ke tanah. Cairan desinfektan ini berpengaruh pada tanah yang menjadi rumah bagi cacing tanah.

Pencemaran air itulah yang membuat ekosistem dalam tanah terganggu sampai cacing tanah keluar dari tanah.

"Berarti ekosistem didalam tanahnya situ terganggu itu. Bisa jadi karena pencemaran air yg di sebabkan banyaknya cairan disinfectant yg di semprotkan di daerah situ, kena hujan akhirnya meresap ke tanah" tulis akun Instagram @gracidowputra.

"Tetap tenang rasah mikir sek neko neko lur , mungkin itu efek desinfectan atau sabun yang bbrp hari terakir di semprotkan trus menerus yang kmudian larut oleh air hujan meresap kedalam tanah lur ,, sing kulino golek cacing go tehnik air di campur sabun mesti paham." tulis akun Instagram @erwinpranatta.

Pernah terjadi di Bantul

Ternyata fenomena cacing keluar dari tanah pernah terjadi pada 2015. Melansir dari Kompas.com, foto-foto cacing tanah ke permukaan menjadi viral bahkan dikaitkan dengan gempa tahun 2006 di Yogyakarta.

Masyarakat di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta sempat heboh dengan fenomena cacing-cacing tanah muncul ke permukaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto, menjelaskan fenomena munculnya cacing ke permukaan tanah di Bantul.

Kala itu Dwi menghimbau pada masyarakat supaya tidak terpancing dengan isu seperti ramalan gempa. Keluarnya cacing ke permukaan tanah bisa terjadi karena faktor iklim dan cuaca.

Fenomena cacing tanah muncul ke permukaan setelah hujan ada penjelasan ilmiahnya.

Para peneliti melakukan penelitian dan menyelidiki binatang hermaprodit ini muncul ke permukaan setelah hujan turun.

Sebelumnya, selama bertahhun-tahun lamanya ilmuwan mengira cacing keluar ke permukaan tanah setelah hujan lebat untuk menghindari diri tenggelam di rumah. Lubang dalam tanah dapat penuh berisi air.

Penjelasan ilmiah

Dosen di Manajemen Lingkungan dan Limbah University of Central Lancashire, Inggris Dr. Chris Lowe, menyanggah alasan tersebut.

"Itu tidak benar, karena cacing tanah bernafas menggunakan kulit mereka dan membutuhkan kelembaban tanah untuk melakukannya," ujarnya mengutip dari Scientific American.

Beberapa jenis cacing ke permukaan setelah hujan untuk melangsungkan perkawainan, namun itu hanyalah sebagian kecil dari ribuan jenis cacing.

Sederet alasan

Ada beberapa alasan mengapa cacing pergi ke permukaan :

1. Migrasi

Cacing tanah tidak bisa tenggelam seperti manusia berada di tengah air. cacing dapat bertahan hidup selama beberapa hari meski tubuhnya terendam dalam air.

Pakar ilmu tanah berpikir bahwa cacing muncul ke permukaan tanah saat terjadi hujan lebat untuk bermigrasi.

Hal ini memungkinkan mereka menempuh jarak yang lebih jauh, untuk melintasi permukaan tanah ketika basah daripada tanah kondisi kering.

"Mereka tidak bisa melakukan ini ketika kering karena mereka membutuhkan tanah yang lembab," kata Dr. Lowe.

2. Menghindari predator

Cacing tanah muncul ke permukaan karena getaran yang ditimbulkan predator pemangsa seperti tikus.

Cacing kerap muncul di tanah untuk menghindari tikus-tikus yang berada di dalam tanah.

"Mereka bisa bergerak dengan cara yang sama karena getaran yang ditimbulkan hujan," ujar Prof Josef Gorres dari Departemen Tanaman dan Tanah, University of Vermont.

Beberapa nelayan memanfaatkan cacing untuk dijadikan umpan memancing. Mereka menggerakkan alat seperti baja atau gergaji pada tiang.

Gesekan tersebut dapat menimbulkan getaran untuk mempermudah cacing muncul ke permukaan.

3. Tanah kering berpengaruh pada kondisi cacing

Cacing tanah hidup di lingkungan tanah lembab. Jika kondisi tanah kering, cacing tanah sulit untuk bertahan hidup.

"Cacing tanah menggali lebih dalam ke tanah di mana ia menjadi lembab ketika kondisinya kering," kata Mary Ann Bruns, Associate Professor Agronomi / Mikrobiologi Tanah di Departemen Tanaman dan Ilmu Tanah di Penn State.

"Mereka akan melakukan semua yang mereka bisa untuk menghindari fluktuasi suhu ekstrem."

4. Cacing Tanah Berkerumun

Penelitian terbaru dalam jurnal Ethology, mengungkapkan cacing tanah dapat membentuk kawanan, berkerumun bersama, dan membuat kelompok.

Melansir dari BBC, cacing tanah menggunakan sentuhan untuk berkomunikasi dan berinteraksi.

Para ilmuwan melakukan eksperimen pada kawanan cacing di permukaan.

Penelitian tersebut menemukan isyarat sosial antara cacing tanah dapat berpengaruh ke perilaku.

Kawanan cacing tanah berkerumun untuk melindungi diri mereka. Perlindungan ini bisa terjadi karena perubahan cuaca.

Sumber : jogja.tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel