Wanita Harus Tau, Ini Rahasia Agar Wanita Terhindar Dari Fitnah Dan Tidak Menjadi Bagian Dari Fitnah

Loading...
Loading...


اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah”
(HR. Muslim no 1467)

Demikianlah sabda  Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam menyebutkan bahwa sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah. Perhiasan adalah barang berharga yang selayaknya dijaga.

Wanita diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan keindahannya. Setiap apa yang ada pada dirinya begitu menarik, mulai dari wajahnya, suaranya, hingga gerak geriknya. Semua yang ada pada wanita mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut memiliki daya tarik. Dia seperti mutiara yang menarik bagi orang untuk melihatnya. Makin banyak tangan – tangan yang menjamahnya, maka semakin kusamlah ia dan rendah harganya.

Maka dari itulah wanita dikatan sebagai sumber fitnah, namun ada beberapa point yang harus dipelajari agar wanita terhindar dari fitnah dunia.

1. Menjaga pakaian/ menutup aurat
yaa ayyuhaa alnnabiyyu qul li-azwaajika wabanaatika wanisaa-i almu/miniina yudniina ‘alayhinna min jalaabiibihinna dzaalika adnaa an yu’rafna falaa yu/dzayna wakaana allaahu ghafuuran rahiimaan

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya1233 ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Al – Ahzab [33] :59)

Karena wanita sumber fitnah yang memiliki keindahan dan daya tarik yang luar biasa, maka Allah Ta’ala memerintahkan agar wanita senantiasa menjaga auratnya dengan baik.

2. Hindari gosip/ghibah
Ghibah adalah perkara yang diharamkan sebagaimana dalam firman-Nya, Allah telah melarangnya sebagaimana dalam kaidah ushul fikih bahwa lafadz larangan asalnya menghasilkan hukum haram. Di antara dalil larangan ghibah adalah firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمُ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُم أَنْ يَأكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۚ وَاتَّقُوْا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوّابٌ رَحيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan jangan di antara kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kalian akan merasa jijik. Bertakwalah kalian pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12)

Wanita lebih senang ngumpul dan berbincang-bincang, namun alangkah baiknya perkumpulan tersebut diisi dengan hal-hal positif dari pada membicarakan hal yang tidak perlu di bicarakan.

3. Menyibukkan diri dengan hal positif
Rasulullah bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan orang terlena, kesehatan dan waktu kosong.” (HR. Bukhari, no. 6412)

4. Memelihara pikiran
Untuk poin ke enam, Untuk para wanita pikiran salah satu pacuan utama sehingga melemahnya iman, kontrol lah pikiran-pikiran dari hal-hal yang bisa menimbulkan maksiat atau zina.


5. Hati-hatilah dalam memilih teman
Teman adalah salah satu tempat yang sangat berpengaruh dalam perubahan, semangkin kita baik dalam memilih teman maka semangkin berpengaruh baik juga untuk kita.

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

6. Isi hati dengan berzikir
Berdzikir akan mengingatkan kita kepada Allah.  Memperingatkan kita bahwa Allah selalu mengawasi kita.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q. S. Ar Rad: 28)

7. Berpuasalah
Abdullah Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda pada kami:

“Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” [Muttafaq Alaihi]

8. menikah
Rasulullah bersabda:

”Sesungguhnya wanita itu maju dalam rupa setan dan membelakang dalam rupa setan. Jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang mengagumkannya, maka datangilah istrinya. Karena hal itu menghilangkan apa yang terdapat dalam dirinya.” (HR. Muslim no. 1403). Kewajiban menikah berlaku bagi mereka yang telah memenuhi syarat dan dikhawatirkan terjerumus zina.

9. Mengingat akhirat
Rasulullah bersabda: “Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian.” (HR. Ahmad no. 22757. Dinilai hasan lighairihi oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel