Datangi Rumah Dukun Santet di Jawa Tengah, Ustadz Ujang Busthomi Malah Disambut dengan Santet

Loading...
Loading...


Ustadz Ujang Busthomi yang terkenal mampu menaklukkan dukun santet dan mengambalikannya ke jalan lurus, kini mendapat cobaan berat.

Cobaan berat tersebut dihadapinya ketika berkunjung ke rumah dukun santet di Jawa Tengah.

Kedatangan Ustadz Ujang Busthomi ke rumah dukun santet tersebut dengan niat silaturahmi dan sekedar mengajak ngobrol semata.

Diketahui dukun santet yang di datangi oleh Ustadz Ujang Busthomi kali ini bernama  brengos, dikutip oleh PORTAL JEMBER dari kanal youtube Kang Ujang Busthomi Cirebon.

Ketika sampai dirumah dukun santet tersebut Ustadz Ujang Busthomi menanyakan tamu yang datang kepada sang dukun.

“Tamu yang datang kesini dari mana saja mbah ?” tanyanya.

Mendengar pertanyaan sang dukun kemudian menjawab pertanyaan Ustadz Ujang Busthomi dengan menyampaikan dari mana saja tamu yang datang.

“Ada yang dari Jawa Timur, ada dari Sumatra, ada dari Tanggerang, ada dari Ciamis, ada dari Medan, ada dari Palembang dan ada juga dari Madura,” jawabnya.

 Sedikit penasaran kemudian Ustadz Ujang Busthomi kemudian bertanya lagi dengan karena penasaran dengan tujuan dari dari tamu-tamu tersebut.

“Terus kebanyakan mereka minta apa mbah ?” tanyanya lagi.

“Macem-macem ada yang minta di guna-guna, ada yang minta penglaris, pellet, kekebalan,” jawab sang dukun santet.

Perbincangan pun terjadi antara Ustadz Ujang Busthomi dan sang dukun santet, namun di tengah perbincangan Ustadz Ujang Busthomi merasa haus dan meminum air yang ada didepannya.

Ketika Ustadz Ujang Busthomi meminum air tersebut, sang dukun santet pun berkomat-kamit membaca mantra untuk menyerang Ustadz Ujang Busthomi dengan santet yang dimilikinya.

Ustadz Ujang Busthomi kemudian tersadar bahwa sang dukun mulai menyerangnya dengan ilmu santetnya ketika dirinya merasa kesakitan di bagian perut.

Ustadz Ujang Buthomi pun melafalkan bacaan untuk menangkal dan mengeluarkan apa yang telah dikirimkan oleh sang dukun ke dalam perutnya.

Usaha Ustadz Ujang Busthomi pun tak sia-sia dengan kesakitan dia berhasil mengeluarkan kiriman dari sang dukun santet yaitu seekor ulat kecil.

Setelah serangan dari sang dukun santet pun mereda Ustadz Ujang Busthomi pun mengajak berbincang lagi sang dukun santet.

“kan tadi kita sudah ngomong bapak pernah nyantet, ngomongnya tidak, terus kita ngomong begini langsung main serang-serang bae, ngirim-ngirim ulat bikin gatel aja,” ujarnya.

Sang dukun pun mengatakan dengan sombong bahwa kirimannya tersebut belum ada apa-apanya.

“Itu belum ada apa-apanya, coba minum sedikit lagi. Belum tak keluarkan semua,” ucapnya.

Mendengar ucapan sang dukun Ustadz Ujang Busthomi pun mejelaskan kedatangannya bahwa hanya untuk bersilaturahmi.

“Terima kasih atas sambutannya ini mbah, mau saya kesini hanya untuk silaturahmi dan juga sudah ngomong baik-baik. Kalau ngirim yang enak dong duit mbah malah ulat,” tambahnya.

Karena sang dukun masih bersikeras terus menyerang Ustadz Ujang Busthomi, Ustadz Ujang Busthomi pun meminta sang dukun ke tempat praktiknya karena serangan akan yang dilancarkan berasal dari tempat tersebut.

Sang dukun santet pun mengiyakan permintaan Ustadz Ujang Busthomi dan mengajaknya ketempat praktiknya.

Sesampainya di tempat praktiknya yakni di sebuah kamar kosong, pertempuran antara sang dukun santet dan Ustadz Ujang Bustomi pun terjadi.

Sang dukun santet yang di bantu muridnya tersebut terus melancarkan serangan kepada Ustadz Ujang Busthomi.

Namun serangan yang dilancarkan oleh sang dukun santet dan muridnya selalu gagal dan membuat sang dukun terpental.

Ustadz Ujang Busthomi yang diserang tersebut kemudiang berdiri dan terus melafalkan kalimat syahadat.

“Ashadualla Ilahailallah wa Ashadu anna muhammadar rasulullah, Ashadualla Ilahailallah wa Ashadu anna muhammadar rasulullah,  Ashadualla Ilahailallah wa Ashadu anna muhammadar rasulullah, Allahu Akbar.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad, Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad, Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad, Allahu Akbar” lafalnya sambil memukul lantai dengan tangannya.

Setelah Ustadz Ustadz Busthomi memukul lantai, bersamaan pula sang dukun dan muridnya pun terpental dan merasakan kesakitan.

“Aduuuuuuuhh aduuhhhhh aduhhhhhhh ,” teriak sang dukun santet dan muridnya.

Mendengar teriakan dari sang dukun santet dan muridnya tak membuat Ustadz Ujang Busthomi lengah dan terus melantunkan sholawat.

“Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad, ya robbi sholli alaihi wa sallim, Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad, ya robbi sholli alaihi wa sallim, Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad, ya robbi sholli alaihi wa sallim.

Robbi fanfa'nâ bibarkatihim wahdinâl husnâ bi hurmatihim, Robbi fanfa'nâ bibarkatihim wahdinâl husnâ bi hurmatihim,” tambahnya.

Setelah memastikan aman dari serangan sang dukun santet dan meridnya tersebut  kemudian Ustadz Ujang Busthomi menghentikan sholawatnya.

Sang dukun dan muridnya pun akhirnya menyerah dan tidak akan mengulagi perbuatan menyantet orang lagi.

“Ampuuun ustadz, saya tidak akan menyantet lagi ustadz,” pungkasnya.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel