Jenazah Covid-19 Harganya Ratusan Juta jadi Lahan Bisnis, Betulkah? Begini Penjelasannya

Loading...
Loading...


Sebuah video beredar di media sosial. Narasinya tentang penjualan organ jenazah korban Covid-19 yang menjadi lahan bisnis gelap antar negara yang melibatkan para petinggi negara dan setiap jenazah dihargai senilai Rp321 juta.

Dalam video tersebut memperlihatkan perut sesosok jenazah di Rumah Sakit dengan jahitan panjang menyebar di media Whatsapp. Waduuhh, bisnis tenaga medis? Gimana faktanya?

Ternyata, klaim terhadap video tersebut adalah klaim yang salah dan menyesatkan. Dilansir dari jawapos.com diketahui video yang sama pernah diunggah pada 2018, jauh sebelum pandemi Covid-19.

Kanal milik Tribunnews yang mengunggah video itu menuliskan keterangan tentang keributan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof dr R.D. Kandou Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu, 23 April 2018.


Disebutkan, jenazah atas nama Geraldy Jecky Payow merupakan korban penikaman di daerah Malalayang, Manado. Korban yang sudah tak bernyawa kemudian dilarikan ke RS untuk diotopsi.

Nah, atas tudingan menjual organ tubuh, dokter forensik RSUP Kandou Manado Jemmy Tomuka menegaskan tidak pernah ada.

”Tidak ada orang yang telah meninggal diambil organnya untuk dipakaikan ke orang yang masih hidup,” ucap dia yang penjelasannya dimuat portal Inews.Id pada 23 April 2018.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel