Tambahi kata ‘pro rakyat’ saat baca UUD 45, Puan Maharani diserbu netizen

Loading...
Loading...

Ada yang menarik dilakukan Ketua DPR RI Puan Maharani saat membacakan UUD 45 dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Sebab Puan mengimprovisasi dengan menambahkan kata-kata pro rakyat di alinea terakhir teks UUD 45.

Padahal kata-kata pro rakyat yang dimaksud Puan Maharani, tidak tercantum pada teks UUD 45. Demikian seperti disitat RMOL, Senin 1 Juni 2020.

Baca Juga: Artis Dwi Sasono ditangkap narkoba, istrinya Widi Mulia bikin status begini

“Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan neraga Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada; ketuhanan yang maha esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pro rakyat,” ucap Puan secara virtual.

Acara ini tercatat dihadiri Kepala Negara Presiden RI Joko Widodo, hingga Ketua Dewan BPIP Megawati Soekarnoputri. Selain itu, para menteri Kabinet Indonesia Maju juga turut hadir di gelaran virtual ini.

Dalam acara ini, Ketua MPR Bambang Soesatyo juga terlibat untuk membacakan teks Pancasila. Sementara Presiden Joko Widodo membacakan amanat Presiden.

Diserbu netizen
Apa yang dilakukan Puan Maharani dalam teks UUD 45 pun langsung menuai beragam reaksi netizen. Seperti yang terpantau dalam apikasi baca berita, banyak netizen membubuhkan komentar.

Kebanyakan dari netizen, mengolok-olok sikap Puan Maharani. Sebab, itu akan menjadi berbeda jika yang mengucapkan adalah Gubernur DKI Anies Baswedan.

“Kalau yang mengucapkan Anies Baswedan, pasti diserbu,” kata akun Mas Ek.

“Waduh, inikah cucu proklamator? Kayaknya mengubah pembukaan UUD sama dengan membubarkan NKRI,” komentar Who I Am.

“Kan Pancasila eyangnya yang rumusin katanya, jadi bebas mau ditambahin sama cucunya juga,” kata aku Klop.

“Enggak benar itu, itu kan lembaran negara, tidak boleh ada yang menambahkan dan mengurangi. Apalagi di forum resmi,” komentar Moekarrom Bae.

Sumber : hops.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel