5 Fakta tentang Mbah Lindu, Pembuat Gudeg yang Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

Loading...
Loading...


Kabar duka menghampiri dunia kuliner Tanah Air, sang legenda gudeg Yogyakarta, Mbah Lindu meninggal dunia tepat hari ini Minggu (12/7) pukul 18.00 WIB. Perempuan bernama asli Biyem Setya Utomo itu meninggal pada usianya yang ke 100 tahun.

Semasa hidupnya Mbah Lindu terkenal sebagai salah satu pedagang gudeg tertua di Kota Pelajar. Kisahnya pun masuk dalam salah satu serial dokumenter ‘Street Food’ yang ditayangkan Netflix. 
Untuk mengenang kembali sosok Mbah Lindu, berikut kumparan rangkum lima fakta unik seputar kisah sang maestro kuliner gudeg itu. 

1. Sudah membuat gudeg sejak 87 tahun yang lalu

Hampir selama masa hidupnya, Mbah Lindu mengabdi sebagai pedagang gudeg jalanan. Keseharian Mbah Lindu hanya diisi dengan memasak dan berjualan gudeg yang ia lakukan hingga 87 tahun lamanya. 


Kegigihannya dalam berjualan dan melestarikan makanan khas Yogyakarta itu pun, ia tunjukkan dengan selalu turun langsung ke dapur maupun berdagang meski usianya sudah 100 tahun. 

2. Tak pernah libur berjualan

Berjualan di Jalan Sosrowijayan tepatnya di pos ronda samping Hotel Grage Jogja, Mbah Lindu tak pernah absen berjualan. Kesehariannya diisi dengan berdagang makanan khas Yogya itu mulai pukul 05.00 hingga 10.00. Biasanya gudeg Mbah Lindu diburu oleh mereka yang sedang mencari makanan untuk sarapan. 

3. Hanya bisa memasak sajian gudeg

Sudah sejak lama Mbah Lindu punya hobi memasak, meskipun begitu ia mengaku hanya bisa memasak sajian gudeg saja. "Oo ndak pernah eh.. Dari dulu Mbah hanya membuat Gudeg saja… Bisanya cuma membuat Gudeg," ungkapnya dikutip dari kumparanHITS. 

Resep gudeg pun ia pelajari langsung dari Ibunya. Hingga kini Mbah Lindu masih mempertahankan resep asli tersebut yang juga sudah ia turunkan ke anak bernama Rutiyah.

4. Gudeg Mbah Lindu punya rasa yang legit

Meskipun gudeg merupakan makanan asli Yogyakarta, namun biasanya setiap pedagang memiliki ciri khas masing-masing. Seperti gudeg Mbah Lindu yang terkenal dengan cita rasanya legit, gurih, serta kaya rempah. Gudeg yang disajikannya pun tergolong basah, dengan harga per porsinya dibanderol sekitar Rp 15-30 ribuan. 

5. Meninggal di usia 100 tahun

Perjalanan Mbah Lindu dalam melestarikan kuliner Yogya ini memang terbilang sangat panjang. Bahkan di usia senja, ia tetap mengabdikan diri untuk berjualan gudeg, hingga akhirnya kini ia harus mengakhiri perjalanan tersebut. 

Mbah Lindu kini telah tiada, ia mengakhiri perjalanan sebagai legenda kuliner gudeg pada usianya yang ke 100 tahun. Meskipun kini kita tak bisa lagi melihat senyum ramahnya kala menyapa pelanggan setia yang hendak membeli gudeg, namun nama Mbah Lindu akan terukir dalam benak pencinta kuliner Yogya. 

Selamat jalan Mbah Lindu, semoga kau tenang di sisi-Nya, amin.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel