Agar Terhindar dari Penyakit Jantung Lakukan 8 Cara Hidup Sehat Ini.

Loading...
Loading...


Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menyebut bahwa sebesar 1,5% penduduk Indonesia menderita sakit jantung. Pada tahun 2001, proporsi kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut di Indonesia berkisar 26,3%, dan dikategorikan sebagai penyebab kematian yang paling utama.

Tidak hanya menyerang orang usia lanjut, tetapi penyakit jantung kini banyak ditemui pada orang yang masih berusia produktif. Gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu faktor seseorang terkena penyakit jantung. Berikut adalah cara hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan jantung, dilansir dari klikdokter.com:

1. Konsumsi air mineral
Untuk dapat bekerja dengan baik, jantung harus didukung oleh beberapa hal, yakni kekuatan otot, kelengkapan mineral dalam tubuh, dan juga kecukupan cairan yang akan mengisi pembuluh darah. Sangat penting bagi seseorang untuk mencukupi kebutuhan air dalam tubuhnya.

Jika tubuh mengalami kekurangan cairan, maka dapat meningkatkan risiko kekentalan darah, sehingga berpotensi memperbesar risiko sumbatan dalam pembuluh darah. Jika pembuluh darah sudah tersumbat, serangan jantung dan stroke yang dapat menjadi ancamannya.

Kebutuhan cairan dalam tubuh seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari usia, aktivitas, kondisi lingkungan, hingga pakaian yang dikenakan dan penyakit yang dimiliki. Secara umum, dalam kondisi normal, tubuh membutuhkan setidaknya 2 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. Bagi orang yang banyak beraktivitas di bawah terik matahari, kebutuhannya tentu akan semakin meningkat.

2. Berhenti merokok
Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Salah satu dampak buruk dari rokok adalah dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Hal bahkan bisa dialami oleh mereka yang merokok secara pasif. Bahan kimia di tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah, serta menyebabkan penyempitan arteri akibat penumpukan plak (aterosklerosis) yang jadi penyebab penyakit jantung.

Selain itu, karbon monoksida dalam asap rokok menggantikan sebagian oksigen dalam darah. Hal ini meningkatkan tekanan darah dan detak jantung dengan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memasok kebutuhan oksigen.

Oleh karena itu, berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok adalah cara yang baik untuk membantu mencegah penyakit jantung. Berdasarkan pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan, cara berhenti merokok dapat dilakukan dengan berhenti seketika, menunda waktu untuk memulai merokok, atau mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap harinya.

2. Berhenti merokok
Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Salah satu dampak buruk dari rokok adalah dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Hal bahkan bisa dialami oleh mereka yang merokok secara pasif. Bahan kimia di tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah, serta menyebabkan penyempitan arteri akibat penumpukan plak (aterosklerosis) yang jadi penyebab penyakit jantung.

Selain itu, karbon monoksida dalam asap rokok menggantikan sebagian oksigen dalam darah. Hal ini meningkatkan tekanan darah dan detak jantung dengan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memasok kebutuhan oksigen.

Oleh karena itu, berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok adalah cara yang baik untuk membantu mencegah penyakit jantung. Berdasarkan pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan, cara berhenti merokok dapat dilakukan dengan berhenti seketika, menunda waktu untuk memulai merokok, atau mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap harinya.

4. Hindari makanan cepat saji dan minuman bersoda
Makanan cepat saji ternyata dapat memicu terjadinya serangan jantung karena banyak mengandung garam, bahan pengawet, gula, bahan perasa dan lemak jenuh. Selain itu, berdasarkan penelitian dan studi dari dokter ahli kesehatan di Amerika, minuman bersoda yang mengandung pemanis buatan dapat mengakibatkan seseorang terserang penyakit jantung koroner.


Kandungan gula yang sangat tinggi dalam minuman bersoda juga berpotensi menimbulkan obesitas pada kemudian hari. Obesitas ini dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolisme, seperti diabetes dan darah tinggi (hipertensi) yang keduanya merupakan penyakit yang bisa merusak jantung.

5. Kelola stress
Stres adalah hal yang wajar untuk dialami oleh seseorang. Masalahnya bukanlah apa yang menyebabkan stress, tapi bagaimana kita meresponnya. Saat tubuh sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Hal ini dapat menimbulkan tekanan darah menjadi tinggi.

Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mencegah penyakit jantung yang dipicu oleh stres, seseorang harus pintar-pintar mengelola emosi. Hal tersebut dalam dilakukan dengan mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam.

6. Kontrol tekanan darah
Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Hal ini dapat berujung fatal jika terjadi pada pembuluh darah organ-organ yang penting, seperti jantung dan otak. Mengetahui tekanan darah dan kolesterol dalam rentang normal menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hal ini dapat dipantau dengan rutin melakukan cek tekanan darah.

Rutin berolahraga, mengurangi asupan garam, serta membatasi minuman beralkohol adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi.

7. Menjaga berat badan ideal
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa obesitas dapat mengakibatkan terganggunya sistem kekebalan tubuh. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang memicu penyakit jantung dan stroke.

Obesitas sangat erat dikaitkan dengan makanan yang dikonsumsi tubuh setiap hari. Jika pola makan seseorang tidak bagus, maka akan meningkatkan risiko obesitas yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain itu, obesitas dapat menaikkan risiko penyakit jantung karena meningkatnya tekanan darah dan kolesterol.

8. Rutin olahraga
Olahraga rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap ideal. Seseorang dianjurkan untuk olahraga setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu. Olahraga yang dapat dilakukan antara lain yaitu berjalan kaki, jogging, bersepeda, berenang, yoga dan jenis olahraga lainnya.

Pola hidup sehat harus dimulai sejak dini. Rutin melakukan cek jantung juga sangat dianjurkan meski masih berusia muda. Sehingga, kelainan jantung dapat terdeteksi sejak dini dan mendapatkan penanganan tepat.

Sumber : merdeka.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel