Bobol Rp 300 Juta Milik Nasabah Bank Pakai Sampah Struk ATM, Ini Pengakuan Pelaku ke Polisi

Loading...
Loading...


Polda Sumatera Selatan berhasil membongkar komplotan pembobol rekening bank nasabah hingga ratusan juta di Sumatera Selatan.

Sebanyak dua pelaku telah ditangkap dan dijadikan tersangka.

Mereka adalah Aziz Kunadi (36), warga Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan Mujianto (34), warga Desa Penarik, Kabupaten Muko-muko, Bengkulu.

Di hadapan polisi, para pelaku mengakui telah beraksi sejak 2018 lalu.

Seperti diketahui, kedua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan pada Sabtu (18/7/2020).

Berikut ini sederet pengakuan pelaku ke polisi:

1. Untuk buat dokumen palsu

Menurut polisi, komplotan tersebut membobol rekening bank dengan modus menggunakan struk bekas di Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Dari struk bekas tersebut, pelaku diduga membuat dokumen palsu agar bisa menarik dana nasabah.

"Dokumen itu berhasil dibuat para tersangka ini dengan mengambil struk penarikan di setiap ATM.

Di sana, mereka langsung membuat KTP dan buku tabungan milik korban untuk dipalsukan. Lalu tersangka menarik uang di bank dengan modus ketinggalan ATM," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrum Polda Sumatera Selatan, Kompol Suryadi.

2. Berawal dari laporan nasabah kehilangan Rp 116,5 juta

Suryadi menjelaskan, pada 12 September 2019, polisi menerima laporan seorang nasabah yang kehilangan uang di rekening.

Korban saat itu melapor uang Rp 116,5 juta di rekeningnya mendadak raib.

Setelah ditelusuri, uang tersebut ternyata ditarik oleh kedua pelaku dengan menggunakan dokumen palsu. 

3. Bobol tiga bank

Suryadi menjelaskan, dari pengakuan para tersangka, mereka telah beraksi sejak 2018 dan telah bobol tiga bank.

Yakni Bank Lampung dengan total kerugian korban Rp 70 juta, Bank Sultra di Kendari total kerugian Rp 120 juta dan Bank Sumsel Babel Rp 116 juta.

Salah satu tersangka, Mujianto, mengaku mendapatkan keuntungan Rp 20 juta untuk membobol bank Lampung, Rp 40 juta di Bank Sultra dan Rp 35 juta di Bank Sumsel Babel. Uang tersebut telah ia habiskan untuk keperluan sehari-hari.

4. Bagi peran saat aksi

Menurut Suryadi, komplotan tersebut berjumlah lima orang. Sementara ini baru dua tertangkap, tiga lainnya masih buron.

Dari keterangan sementara, Mujianto mempunyai peran mencari struk di ATM.

Lalu, Aziz diduga menjadi otak dari aksi tersebut.

"Yang punya ide itu Azis, saya cuma mencari struk," kata Mujianto.

Sumber : kompas.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel