Mengaku Tak Hamil 9 Bulan dan Berhubungan Badan, 3 Kejanggalan Ibu yang Melahirkan Bayinya di Tasik Saat Menstruasi Dibongkar Dokter yang Juga Kepala Dinkes Tasikmalaya

Loading...
Loading...


Beberapa hari lalu, kita dikejutkan oleh pemberitaan seorang ibu yang melahirkan bayinya yang penuh dengan keganjilan.

Keganjilan pertama, ibu yang melahirkan itu mengaku sedang menstruasi. Padahal, kehamilan ditandai dengan berhentinya proses menstruasi.

Selain itu, ibu yang mengaku melahirkan setelah satu jam hamil juga mengaku tak merasakan proses kehamilan, perutnya tiba-tiba membesar lalu melahirkan bayi.

Tak hanya itu, yang paling mengagetkan, pengakuan terakhir menyebutkan, ia mengaku sudah tak berhubungan intim dengan suaminya selama 19 bulan, alias hampir 2 tahun kurang 5 bulan.

Heni mengaku selama 19 bulan tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan Erik (38), suaminya.

Pengakuan mengejutkan Heni tersebut dilontarkan kepada sejumlah wartawan yang menemuinya, Senin (20/7/2020).

“Saya tidak pernah melakukan hal itu selama sekitar 19 bulan sejak lahir anak kedua dengan operasi cesar,” ujarnya.

Seusai operasi, kata Heni, sebelum diperbolehkan pulang, dokter memberikan pesan agar Heni tidak hamil dulu selama sekitar dua tahun untuk menjaga kondisi rahimnya.

“Karena dokter bilang begitu, saya dan Kang Erik, tidak pernah melakukan begitu,” ujar Heni.

Karenanya ia sebenarnya merasa sangat heran bisa hamil tanpa terasan dan akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang sehat dan normal.

Erik sendiri saat akan diwawancara tidak ada di tempat.

Mengetahui kabar tersebut, dilansir GridHITS.id dari kompas.com, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Heru Suharto langsung angkat bicara.

Apalagi, ada beberapa hal yang perlu diluruskan olehnya. 

Mungkinkah ibu itu melahirkan tanpa kehamilan? Menurut Heru itu tidak mungkin.

Hanya saja, mungkin ibu tidak merasakan kehamilannya.

Proses kehamilan 1 jam dan langsung melahirkan oleh salah seorang warganya biasa disebut dalam istilah kedokteran adalah Cryptic Pregnancy atau kehamilan samar.


Adapun dalam kejadian ini, pihaknya meyakini proses kehamilan berjalan normal tapi tak dirasakan serta tak diketahui oleh seorang ibu tersebut.

Kemudian menjawab kejanggalan lainnya, Heru meyakini tak mungkin seorang perempuan hamil dengan cepat tanpa ada proses pembuahan, kehamilan normal dan melahirkan.

Artinya, kejadian yang dialami ibu bernama Heni itu sangat tidak masuk akal pada zaman sekarang.   
"Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan sang ibu melahirkan dan mengandung hanya dalam waktu 1 jam. Informasi yang diterimanya, perut ibu tiba-tiba membesar dan tak lama kemudian melahirkan bayinya. Namun dalam pandangan medis, segala sesuatu ada prosesnya. Dalam hal ini, pasti ada proses pembuahan, kehamilan, dan melahirkan. Ini disebut cryptic pregnancy," jelas Heru kepada wartawan di kantornya, Selasa (21/7/2020).

Proses kehamilan ibu tersebut diyakini selama ini tidak dirasakan ada tanda-tanda kehamilan termasuk mengalami haid lancar setiap bulannya.

Namun, sebenarnya selama ini ibu tersebut sedang hamil dan mampu melahirkan bayinya secara sehat dan normal.

Meski demikian, untuk kepastiannya tentunya harus melalui proses pemeriksaan dan penelitian secara medis lebih lanjut.

Soalnya, jika secara medis tidak mungkin ada seorang ibu bisa melahirkan hanya dengan kehamilan dalam waktu satu jam bayi lahir.

"Ini bisa jadi ada kemungkinan lain, tapi kalau mengacu ke ilmu medis hal seperti ini tidak mungkin. Kalau secara medis, ibu itu hamil tapi tak merasakan tanda-tanda kehamilan selama ini, padahal dirinya sedang hamil," pungkasnya.

Lalu mungkinkah melahirkan saat menstruasi? Secara medis, ini juga tidak mungkin.

Secara normal, menstruasi hanya terjadi ketika seseorang sedang tidak hamil.

Setiap bulannya, lapisan darah tebal akan menempel pada rahim.

Karena tidak terjadi pembuahan, dinding rahim pun luruh, sehingga jaringan dan darah yang terdapat pada dinding akan meluruh.

Namun, pada ibu hamil, pendarahan yang sering dikira menstruasi ini dalam bahasa medis disebut pendarahan implantasi.

Pendarahan ini bisa terjadi pada kehamilan trimester pertama, yakni saat sel telur baru menempel pada dinding rahim.

Kalaupun terjadi di akhir kehamilan, kemungkinan itu bukan menstruasi melainkan perdarahan.


CERITA MELAHIRKAN SETELAH 1 JAM HAMIL

Diberitakan sebelumnya, Heni Nuraeni (30), seorang ibu tiga anak asal warga Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak viral karena mengaku melahirkan anak ketiganya dengan proses mengandung hanya selama 1 jam.

Bayi laki-laki sekaligus anak ketiganya lahir dengan bantuan bidan desa satu jam setelah merasakan perutnya kembung secara perlahan dan langsung melahirkan sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (18/7/2020).

Berharap sang anak membawa keberkahan Perempuan bersuamikan Erik (38) tersebut, mengegerkan keluarganya dan warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.

Pasalnya, selama ini Heni sendiri tak pernah merasakan hamil karena hampir tiap bulan sebelumnya mengalami menstruasi secara lancar tanpa ada kendala apapun.

"Awalnya sekitar satu jam sebelum lahiran saat berada di rumah saya merasakan sakit di bagian perut sebelah kanan dan ada gerakan hingga saya dibawa ke rumah bapak Mahmudin, (ayah kandung) hingga memanggil paraji (pembantu bidan) dan tak lama kemudian melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi selamat. Atas kelahiran anak ketiganya itu, langsung diberi diberikan nama Lingga Cipta Radeva," jelas Heni (30), saat ditemui di rumahnya pada Senin (20/7/2020).

Heni mengaku bayinya lahir dengan normal dan sehat dengan berat 3,4 kilogram dengan panjang 50 sentimeter.

Kelahiran dengan kandungan satu jam tersebut sempat diposting oleh salah satu tokoh masyarakat setempat dan sempat membuat heboh para netizen.

"Saya awalnya aneh di dalam perut bagian kanan tiba-tiba mengeras hingga membesar dan merasakan mules seperti mau melahirkan, lalu orang tua saya memanggil bidan desa," tambah Heni.

Namun, dirinya mengaku baru kali ini melahirkan secara normal saat anak ketiga yang sebelumnya tak merasakan mengandung normal selama 9 bulan. Kelahiran dua anaknya sebelumnya dilakukan secara operasi sesar dan mengandung normal sebelumnya secara normal.

"Saya kaget sekali atas kelahiran anak ketiga ini karena tidak tahu sedang hamil, sekarang juga tengah menstruasi. Keluarga hanya berharap anaknya menjadi pembawa keberkahan untuk keluarga dan kondisi sekarang baik dan sehat," ujarnya.

Sumber : grid.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel