Penista Agama di Makassar Ngamuk Karena Dituding Banpol, Begini Penjelasan Polisi

Loading...
Loading...


Ince Nikmahtullah (40) warga Jl Tentara Pelajar, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, ditangkap polisi.

Wanita itu diciduk karena melakukan tindak pidana penistaan agama.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe mengatakan, terduga pelaku dikenakan pasal 156 huruf a KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Kita proses kasus ini hingga tuntas dengan pasal penistaan agama,” ujarnya saat jumpa pers di Mapolres Pelabuhan Makassar, Jl Ujung Pandang, Jumat (10/7/2020).

Terduga pelaku saat ini sementara dalam proses periksaan dan kasusnya sementara dalam tahap penyidikan.

Ince Nikmahtullah ditangkap polisi setelah videonya viral di sosial media (sosmed).

Dalam video tersebut, dia melempar dan mengancam ingin merobek kitab suci.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Muhammad Kadarislam mengatakan, Ince terlibat cekcok dengan tetangganya karena terusik dengan tudingan sebagai bantuan polisi alias Banpol.

"Pelaku marah karena warga sekitar sering berkumpul dan bermain domi di depan rumahnya. Ditambah lagi dia disebut tukang lapor-lapor polisi," jelas Kadarislam.

Karena emosi, Ince kemudian masuk mengambil Al Quran untuk disumpah terkait tudingan tetangganya itu.

“Karena marah sambil pegang Al Quran maka terjadilah kejadian itu,” ucap Kadarislam.

Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kota Makassar KH Baharuddin mengimbau masyarakat agar tetap tenang menyikapi kasus tersebut dan menyerahkan proses hukumnya kepada polisi.

Polisi Hentikan Penyidikan Penistaan Agama Puang La'lang

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa memastikan pemberhentian penyidikan terhadap kasus penistaan agama Puang La'lang.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir mengatakan pemberhentian penyidikan ini dilakukan menindaklanjuti pencabutan laporan oleh MUI Gowa.

"Iya kita hentikan penyidikan, karena mereka sudah damai," kata AKP Jufri Natsir kepada Tribun, Kamis (6/2/2020).

Polisi, kata Jufri, sempat meningkatkan dugaan penistaan agama ke tahap penyidikan.

Sementara dugaan pencurian uang, katanya, masih dalam tahap penyelidikan.

"Semua kita hentikan. MUI mencabut laporannya secara keseluruhan. Kalau pencucian masih lidik, yang naik sidik itu hanya perkara penistaan agama," kata Jufri.

Sebelumnya diberitakan, polisi menetapkan Puang La'lang sebagai tersangka kasus penistaan agama pada 31 Oktober 2019 lalu.

Puang La'lang ditahan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa sejak 1 November 2019 lalu.

Kapolres Gowa ketika itu, AKBP Shinto Silitonga mengungkapkan, Puang La'lang mengajarkan ajaran sesat dan menyesatkan masyarakat pada sejumlah kabupaten.

Mulai dari Gowa, Takalar, Sinjai, Bulukumba, Maros Pangkep.

"Bahkan hingga seluruh Indonesia serta mancanegara (Malaysia)," kata Shinto di Mapolres Gowa, Senin (4/11/2019) ketika itu.

Polisi menyampaikan, Puang La'lang dijerat sejumlah dugaan tindak pidana.

Antara lain dugaan penistaan agama, penipuan penggelapan, pencucian uang, pencatatan nikah, talak dan rujuk.

Penyidik Satreskrim Polres Gowa juga telah melakukan penyitaan barang bukti sebanyak 138 item pada tanggal 16 September 2019.

Barang bukti itu diamankan usai dilakukan penggeledahan di kediaman Puang La'lang di Desa Timbuseng Kecamatan Patalassang Kabupaten Gowa beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti yang diperoleh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa.

Jumlahnya 21 item yang dikumpulkan MUI Gowa dari pengikut dan mantan pengikut Puang Lalang.

Polisi menerapkan pasal berlapis. Mulai dari Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 378 KUHP.

Kemudian Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,dan 5 UU No 8 Tahun 2010 dan atau UU No22 tahun 1946. Ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel