Unggah Postingan Melecehkan Nabi Muhammad di Facebook, Pria Ini Dihukum 26 Bulan

Loading...
Loading...


Media sosial telah menjadi suatu hal yang akrab dalam keseharian umat manusia. Dengan kecanggihan teknologi masa kini segala hal seolah terasa berada di genggaman.

Semua informasi di berbagai belahan penjuru dunia dapat dengan mudah diketahui. Seperti kasus penistaan yang agama yang viral di media sosial, Facebook dulunya. Kasus penistaan agama ini dilakukan oleh seorang pria asal Negri Jiran, Malaysia.

Melansir dari Sindonews, seorang pria bernama Danny Antoni dijatuhi hukuman 26 bulan penjara setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan menghina Nabi Muhammad.

Tak hanya itu, pria berusia 29 tahun ini juga turut menghina presiden Partai Islam Malaysia (PAS) Abdul Hadi Awang.

Pada akun Facebook “Danny A’antonio Jr” ia memposting ujaran yang ditafsikan sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan agama Islam.

Terlebih lagi kata-kata yang digunakannya dapat mengancam kerukunan antara Muslim dan non-Muslim. Postingan tersebut ia unggah pada 9 Januari 201 pukul 01.21 pagi.

Pria ini ditangkap pada 6 Maret 2019 silam, mulanya ia dijatuhi hukuman penjara 26 bulan untuk dakwaan pertama, dan hukuman enam bulan untuk dakwaan kedua oleh hakim MM Edwin Paramjothy. Namun vonis dijatuhkan Pengadilan Sesi di negara tersebut pada hari Jumat kemarin.

Edwin menuntut tersangka dengan berbagai pertimbangan yang menurutnya dapat memberatkan hukuman Danny.

Karena menurutnya kejahatan menghina agama yang dilakukan tersangka tidak hanya terhadap orang yang dituju. Akan tetapi merusak dan berpengaruh pada nilai-nilai dan fungsi yang diwakili oleh agama tertentu.

Sang hakim melanjutkan walaupun saat ini telah adanya kebebasan dalam berekspresi dan mengungkapkan pendapat, bukan berarti memberikan kebebasan untuk menghina.

Lanjut Edwin jika kata-kata yang digunakan pelaku dinilai melecehkan maka hal itu termasuk kejahatan substantive. Terlebih lagi saat ini telah ada aturan mengenai hal ini yang dilandasi undang-undang.

Menurutnya agama merupakan hal dasar yang menjadi ciri seorang individu yang meyakininya. Untuk itu hal yang telah disampaikan terdakwa ini bersifat provokatif dan tidak bisa diterima berdasarkan ras.

Selain itu, juga dari segi agama sendiri telah melampaui parameter kebebasan berbicara yang dijamin berdasarkan Konstitusi Federal.

Kata-kata yang dilontarkan Danny dinilai melukai dan cenderung memicu pelanggaran perdamaian.

Sehingga menurut Edwin tidak ada manfaat yang diterima dari postingan Danny, melainkan lebih banyak menimbulkan goncangan pada kepentingan sosial, ketertiban, dan kedamaian.

Ia dijerat Pasal 233 (1) (a) Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998, yang membuatnya dapat dihukum penjara satu tahun atau denda RM50.000 atau keduanya.

Serta melanggar Pasal 298A (1) ( a) KUHP yang memuat ancaman hukuman penjara maksimum lima tahun.

Sumber : padangkita.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel