Cek Fakta Uang Baru Pecahan Rp75 Ribu Tidak Bisa Dibelanjakan? Ini Faktanya

Loading...
Loading...


Beredar narasi bahwa uang pecahan Rp75 ribu yang diluncurkan pada momentum Peringatan HUT ke-75 RI itu, tidak dapat dibelanjakan. Narasi ini beredar di media sosial.

"Karena untuk dibelanjakan tidak bisa, karena status uang Rp 75ooo ini bukan sebagai Alat Tukar," bunyi narasi yang beredar.

Adalah akun facebook Ashabul Kahfi yang turut membagikan narasi tersebut, Selasa 18 Agustus 2020. Di dalam narasi ditegaskan bahwa uang pecahan Rp75 ribu merupakan sekadarmerchandise.


Berikut narasi selengkapnya:

Kado Prank. "Uang Baru"

Informasi sahih bahwa "Uang Baru" Dengan nilai Rp 75,ooo, itu bukan dimaksudkan sebagai Alat Penukar, melainkan semacam Merchandise saja, atau uang kenang-kenangan, untuk memperingati Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke-75 tahun.
Lalu, jadi maksudnya bagaimana? Jadi kalau Anda ingin mendapatkan "Uang Merchandise" ini, maka silakan ke Bank, sediakan uang, uang beneran ya, sejumlah Rp 75,000 disertai dengan 1 fotokopi KTP.
Jatah pembelian uang merchandise tersebut, 1 KTP dapat jatah membeli 1 lembar.
Setelah anda membeli, saya sarankan uang Rp 75,ooo itu dilaminating saja untuk kenang-kenangan.
Karena untuk dibelanjakan tidak bisa, karena status uang Rp 75ooo ini bukan sebagai Alat Tukar.
Nominalnya saja tidak jelas. Tidak ada dalam nomenklatur Rupiah Indonesia.
Coba buka dompet. Bandingkan dengan nominal yang tertera pada semua uang kertas anda.
Angka 000 nya beda kan. Uang asli angka 000 nya ditulisnya besar-besar.
000
Uang merchandise ini angka 000 nya ketjil-ketjil.
ooo.
Maka,
Sepertinya Pemerintah kali ini, di hari Ulang Tahun Indonesia yang semestinya dirayakan dengan sangat bahagia dan gembira, nge-prank lagi.
Mengeluarkan "Uang Baru' yang tidak bisa digunakan sesuai fungsinya sebagai alat penukar.
Terus buat apa dong dibuat?
Ya namanya merchandise, diharapkan ada pembelinya toh?
Siapa?
Ya rakyat Indonesia yang negaranya lagi Ulang Tahun lah. masa rakyat Wakanda?
Diharapkan rakyat Indonesia menjadi konsumen dengan membeli.
Kalau rakyat Indonesia yang ber KTP, sejumlah 100,000,000 saja.
Maka hari ini Pemerintah dapat kado istimewa dari Rakyatnya,
Uang cash senilai Rp 7,500,000,000,000,000 atau Rp 7,5 Triliun.
Uang segar. Cash.
Uangnya rakyat yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung.
Lho!
Sebenarnya, hari ini yang Ulang Tahun siapa sih?
Kok jadi siapa yang mentraktir dan siapa yang ditraktir nggak jelas begini.
Kertas tetaplah kertas..
nilainya tetap akan sama dgn kertas tissue..
kertas beda dgn logam mulia emas..
silakan bandingkan dgn logam emas produksi 25th, 50th sebelum zaman mukidi.. ????????
pasti yg beli pada nangis bombai kena Prank lagi...????????????
#AshabulKahfi
#AK20

Unggahan ini direspons sejumlah warganet. Terdiri dari 36 emotikon, 26 komentar dan 13 kali dibagikan.

Penelusuran:

Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa uang pecahan Rp75 ribu tidak dapat dibelanjakan, adalah salah. Faktanya, uang pecahan Rp75 ribu dapat dibelanjakan karena merupakan alat pembayaran yang sah.

Dilansir katadata.co.id, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memastikan uang pecahan Rp75 ribu dapat dibelanjakan. Pasalnya, uang pecahan tersebut merupakan alat pembayaran yang sah.

"Uang peringatan kemerdekaan 75 tahun RI secara resmi dikeluarkan dan diedarkan sebagai alat pembayaran yang sah atau legal tender pada 17 Agustus 2020," kata Perry seperti dilansir katadata.co.id, Senin 17 Agustus 2020.

Dilansir Medcom.id, uang pecahan ini memang bisa menjadi alat pembayaran yang sah. Namun biasanya tidak digunakan sebagai alat tukar.

Sebab, tujuan peluncuran uang ini, khusus terkait peringatan kemerdekaan 75 tahun Indonesia. Peluncuran uang khusus ini merupakan kali keempat dalam sejarah.

"Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan RI ini merupakan kali keempat setelah uang peringatan HUT Kemerdekaan ke-25 RI pada 1970, ke-45 pada 1990, dan ke-50 pada 1995," kata Perry seperti dilansir Medcom.id, Senin 17 Agustus 2020.

Kesimpulan:

Klaim bahwa uang pecahan Rp75 ribu tidak dapat dibelanjakan, adalah salah. Faktanya, uang pecahan Rp75 ribu dapat dibelanjakan karena merupakan alat pembayaran yang sah.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Sumber : medcom.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel