Laskar Solo Bubarkan Acara Nikahan Keluarga Almarhum Habib Segaf Al-Jufri, 3 Habib Dipukuli

Loading...
Loading...


Ratusan orang menamakan diri Laskar Solo membubarkan acara midodareni (doa malam sebelum akad nikah) di kediaman almarhum Habib Segaf Al-Jufri.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Cempaka No. 81 Kampung Mertodranan RT 1 RW 1, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Sabtu (8/8) malam.

Berdasarkan informasi dari sumber yang tak mau disebutkan namanya, kelompok laskar sudah berkumpul di gang masuk rumah almarhum Habib Segaf Al-Jufri.

Ia menceritakan, setidaknya ada sekitar lebih dari 200-an massa yang datang.

“Enggak paham juga, mungkin sekitar seratus dua ratus orang,” tuturnya.

Puncaknya, tiga anggota keluarga tuan rumah melintas di lokasi tempat berkumpulnya massa dari kelompok laskar.

Saat itu, korban dijatuhkan dari sepeda motor dan langsung dipukuli beramai-ramai.

Tiga orang yang dipukuli itu adalah Habib Umar Assegaf (54), Habib Husin Abdullah (57 thn) dan Habib Hadi Umar (15).

Saat ini, ketiganya tengah menjalani perawatan medis lantaran menderita luka cukup serius.

Sementara, video penyerangan itu sendiri sudah ramai beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, kelompok laskar memaksa pemilik hajat membubarkan acara adat midodareni yang tengah berlangsung di dalam rumah.

Kelompok yang mengenakan penutup kepala itu curiga tuan rumah menyelenggarakan acara keagamaan yang sesat.

Kelompok itu juga berteriak-teriak “Allahuakbar, Bubar, Kafir”.

Bahkan ada yang mengatakan “Syiah bukan Islam, Syiah musuh Islam, darah kalian halal, Bunuh” dan lain sebagainya.

Selain melakukan penyerangan, gerombolan itu juga melakukan pengerusakan sejumlah mobil.

Kapolresta Solo Kombes Andi Rifai melalui Kapolsek Pasar Kliwon Iptu Adhis Dhani membenarkan peristiwa tersebut.

“Memang benar ada insiden tersebut, tapi tidak itu yang dibakar-bakarnya,” jelas Adhis, Minggu (9/8/2020).

Menurutnya acara tersebut adalah acara keluarga biasa, bukan acara keagamaan.

Ia menjelaskan, pemilik rumah mengadakan acara kumpul keluarga, sebab akan menggelar acara pernikahan anaknya.

Keluarga mengundang keluarga untuk datang dalam acara makan-makan dan doa bersama jelang akad nikah.

Namun dari kelompok laskar menilai kegiatan adalah kegiatan kelompok Syiah.

“Padahal itu acara manten (pernikahan) mau berdoa bersama keluarga besok pagi gelar akad nikah,” lanjutnya.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani kepolisian untuk melakuan pendalaman pelaku dan motifnya.

“Saat ini masih dalam pengembangan penyelidikan,” tandasnya.

Sumber :  jambiekspres.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel