Miris! Masjid Bersejarah di Agdam, Azerbaijan Berubah Fungsi Menjadi Kandang Babi

Loading...
Loading...



Azerbaijan merupakan negara yang berada di Kaukasus. Yaitu di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Ia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Iran di utara, dan Georgina dan Armenia di barat.

Sebuah kota kecil di Azerbaijan bernama Agdam memiliki sebuah kisah pilu di salah satu masjid bersejarahnya. Pasalnya, masjid bersejarah tersebut kini telah beralih fungsi menjadi kandang babi. Lebih parahnya, hewan-hewan ternak tersebut kini malah tak terurus.

Padahal, dulunya, masjid tersebut adalah bangunan bersejarah saksi bisu konfil antara Azerbaijan dan Armenia.

Dikutip dari Anews, masjid ini adalah bangunan bersejarah umat Islam di Agdam pada abad ke -19. Masjid tersebut dingan oleh seorang arsitek bernama Karbalayi Safikhan Qarabakhhi dari tahun 1868 - 1870.

Bangunan bersejarah itu dibangun di wilayah yang saat itu merupakan pusat perdagangan penting.

Jika Anda lihat gambar di bawah ini, arsitektur yang digunakan merupakan arsitektur khas Qarabagh. sebuah wilayah tua di negara Azerbaijan.


Kabarnya, peralihan fungsi masjid ini menjadi kandang hewan adalah bagian dari kampanye anti-Islam paska agresi Azerbaijan dan Armenia pada 23 Juli 1993 silam.

Selain agresi pada tahun 1993. Pada Februari 1992 juga terjadi pembantaian besar-besaran pada penduduk Azerbaijan. Pembantaian tersebut dilakukan di Khojaly. Sebuah kota di Distrik Khojaly Republik Azerbaijan.

Akibat peristiwa gelap tersebut. sSekitar ribuan orang Azerbaijan tewas dan hilang. Sisanya, lebih memilih pergi keluar kota.

# Agdam yang Berubah Jadi Kota Mati

Seperti yang telah dijelaskan di atas, keberadaan kota ini akhirnya hilang ditelan kelamnya sejarah tahun 1993. Sebuah Perang bernama Nagorno-Karabakh yang terjadi antara Azerbaijan dan Armenia.

Padahal, Agdam dahulu merupakan kota yang lumayan maju. Populasinya bahkan pernah mencapai 150.000 jiwa. Namun kini, yang tersisa hanyalah bangunan masjid yang beralih fungsi jadi kandang ternak.

Pendudukya pun telah pergi meninggalkan kota dan menetap di negara lain, seperti Iran.

Selain bangunan masjid yang masih tersisa. Tim sepakbola dari Agdam adalah satu-satunya yang tersisa dari kota ini. Meski telah berpindah ke kota lain karena konflik Nagorno-Karabakh, tim sepakbola Agdam tetap mempertahankan nama kota sebagai nama timnya. Mereka bahkan masih aktif bermain di Liga Utama Azerbaijan, meskipun kota mereka telah 20 tahun ditinggalkan.

Itu tadi sekilas kisah pilu masjid sekaligus kota Agdam di Azerbaijan. Kalian beruntung geng, bisa tinggal aman tenteram di Indonesia. Gimana, masih kurang bersyukur dan sambat terus?


Sumber : Paragram.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel