Perjuangan Dua Bidan, Santi Simatupang (30) dan Netty Pangaribuan (42) Selamatkan Nyawa Anak Bayi

Loading...
Loading...


Viral sebuah video yang memperlihatkan dua orang tenaga medis (bidan) berhasil menyelamatkan nyawa seorang anak bayi  di salah satu klinik.

Perjuangan kedua bidan tersebut diunggah akun Facebook @Ria Liana dengan menuliskan keterangan:

Thanks God.
Akhirnya dede bayinya selamat.
Thanks juga buat suster yg gercep nolongin si adek.
Buat yg punya debay dirumah, lebih diperhatiin lagi kedepannya yaa. Jangan ditinggal ketika debaynya main air, karna debaynya bisa aja nyemplung ke ember dan berakibat fatal seperti ini. Tengkyuu..
.
.
.
#DebayTetanggaSebelah
#MuzizatNyata

Video yang dibagikan Ria Liana ini pun telah dibagikan 5 ribuan kali netizen.

Netizen memberikan pujian kepada kedua bidan perempuan yang ada di dalam video tersebut.

Di dalam video, kedua bidan tampak berusaha menyelamatkan sang bayi yang diperkirakan berusia 9 bulan tersebut.

Salah satu bidan tampak mengangkat dan  menggoyang-goyangkan tubuh si balita.

Kedua kaki si anak diangkat ke atas dan kepalanya ke bawah.

Sedangkan salah satu bidan lainnya memasukkan jarinya ke mulut si balita.

Diperkirakan, kedua bidan tersebut, memakan waktu 15 menit untuk "menghidupkan" kembali si anak perempuan itu.

Di akhir video, tampak si anak menangis. Dan kedua bidan itu pun menangis dengan penuh haru bahagia.

Mereka sukses menyelamatkan si anak yang sudah tidak sadarkan diri tersebut.

Video dihapus

Tidak berapa lama kemudian, video tersebut telah dihapus oleh Ria Liana.

Tribun-Medan.com mengonfirmasi kepada Ria Liana, Rabu (12/8/2020), kenapa video yang tidak memperlihatkan wajah si bayi tersebut mendadak dihapus dari akun facebooknya.

Ria Liana mengatakan, bahwa video tersebut dihapusnya karena permintaan dari orangtua si anak balita yang datang ke rumahnya.

Padahal kata Ria Liana, di dalam keterangan video, dia tidak menyebutkan identitas si balita maupun nama orangtuanya. Bahkan alamat dari orangtua si anak balita pun tidak ada disebutkannya.

"Orangtua saya kecewa sebenarnya. Mereka datang ke rumah dikira untuk berterimakasih karena sudah membantu membawa anaknya ke klinik. Tapi bukannya berterimakasih, malah mendesak agar menghapus vidio itu. Sampai-sampai pas saya kerja diteleponi dan di-chat terus sama orangtuanya supaya saya hapus itu videonya,"ungkap Ria Liana.

Menurut Ria, video yang diunggahnya itu adalah sebagai inspiratif dari kedua bidan yang berhasil menyelamatkan nyawa si anak.

"Lagi pula itu video tidak ada merugikan orang lain ataupun yang mempertontonkan kekerasan. Itu juga anak balita, tidak mungkin dikenal publik karena disorot dari belakang," ujar Ria Liana.

Walaupun begitu dengan sikap dari orangtuanya si anak, Ria Liana tetap menghargai dan menghormatinya untuk menghapus video dokumentasi perjuangan kedua bidan tersebut.

Ria mengatakan, merasa bangga tehadap kedua bidan tersebut dan pantas mendapatkan apresiasi.

Orangtua si Anak Cuek

Seorang bidan yang ada di dalam video tersebut, berhasil dikontak Tribun-Medan.com, Rabu malam.

Bidan tersebut Santi Simatupang (30) dan rekannya Bidan Netty Pangaribuan (42).

Keduanya bertugas di Klinik Pratama Tampukasih, Jalan Mekatani No 20 Marindal 1, Medan, Sumatera Utara.

Santi Simatupang menjelaskan, awalnya si anak bayi yang berusia 9 bulan tersebut diantar dua orang wanita, dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Kejadiannya, pada tanggal 10 Agustus 2020, sekitar pukul 14.00 siang.

Si anak tersebut diduga tenggelam di air dan menelan banyak air.

Dari keterangan yang didapat, dari lokasi kejadian hingga perjalanan menuju klinik memakan waktu 5 menit.

Begitu tiba di klinik, Santi Simatupang dan Netty Pangaribuan, langsung memberikan pertolongan.

Awalnya mereka sudah pesimis. Karena pertolongan yang mereka berikan hingga 15 menit lebih belum membuahkan hasil. Bahkan orangtua si anak terus menangis.

"Tapi kami tetap berusaha. Dengan campur tangan pertolongan Tuhan, kami berhasil menyadarkan si anak dan dia menangis.

Bahkan, dengan penuh sukacita, saya sampai menangis,"ujar Santi Simatupang.

Bagi Santi dan Netty, tidak memikirkan dan tidak menanyakan siapa orangtuanya dan bagaimana sikapnya yang tampak cuek  setelah si anak bisa terselamatkan.

"Bagi kami, yang penting si anak bisa diselamatkan, tentu dengan campur tangan  pertolongan Tuhan," kata bidan yang tamatan dari Akbid Mitra Husada angkatan 2011 ini.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel