Siapa Sebenarnya Agung Afif? Pria yang Punya 4 Kapal Pesiar, Padahal Usia Masih 27 Tahun

Loading...
Loading...


Destinasi wisata menjadi salah satu andalan di sebuah tempat yang memiliki pesona baik keindahan alam hingga keelokan pemandangannya.

Tak hanya sebagai tempat yang indah untuk disambangi, destinasi wisata berupa keindahan alam juga dimanfaatkan oleh sejumlah pengunjung untuk menghabiskan liburan bersama keluarga.

Maka dari itu, tak heran jika para pengunjung yang datang juga memanfaatkan pemandangan alam untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.

Pada umumya, pemandangan indah dan alami terdapat di pedesaan dengan hamparan bukit dan air terjun yang menambah kesejukan.

Potensi inilah yang dimanfaatkan oleh pemuda berusia 27 tahun yang sukses dengan bisnisnya di bidang wisata.

Bahkan pemuda bernama Agung Afif ini menjadi inspirasi bagi kaula muda untuk berani berpikir dan memulai sesuatu.

Kini diketahui jika Agung Afif sudah memiliki 4 kapal pesiar sebagai tanda keberhasilannya sehingga dapat menginspirasi orang lain.

Hal ini diceritakan melalui kanal YouTube Helmy Yahya Bicara bertajuk Anak Muda 27 Tahun Pemilik 4 Kapal Pesiar ini Cinta Banget sama Negerinya, Kamis (6/8).

Pemuda inspiratif tersebut bernama Agung Afif.

"Punya kapal 4, saya aja mau beli perahu aja belum kebeli ini," ujar Helmy Yahya mengawali perbincangan.

"Ceritakan dong tentang Labuan Bajo betapa dahsyatnya dan kenapa Agung tertarik untuk mendevlop Labuan Bajo? Awalnya Labuan Bajo?," tanya Helmy.

Saat kuliah di salah satu Universitas di Bandung, Agung mengaku sangat hobi untuk mengeksplor alam.


Agung mengungkapkan jika ajakan temannya ke Bogor yang memiliki air terjun yang sangat indah, namun akses sangat susah.

"Saat itu gue tracking tempatnya di Ciburial, melewati bukit, sungai hampir 4 jam, gue kaget melihat tempat seindah ini gak ada turisnya," ungkap Agung.

"Jadi di sana itu cuma ada ibu-ibu yang cuci baju, anak-anak main gitu kan, tempat seindah ini gue mikirnya kenapa sih gak ada turisnya," jelas Agung.

Diakui Agung jika dirinya memiliki background membuat video dan membuat sebuah website yang berfungsi untuk mengeksplor tempat-tempat yang tersembunyi di Bogor.

"Kalo kalian mau liburan ke alam-alam yang bener-bener dahsyat keindahannya yang bener-bener alami bisa ikut ama trip kita," jelas Agung.

Akhirnya Agung memasukkan keindahan alam tersebut melalui website dan dipromosikan lalu menjadi viral.

"Saat itu gue lagi UTS (Ujian Tengah Semester) dan gue tinggalin buat trip yang harganya cuma 150 ribu dan pada saat gue izin pada orangtua bisa dibilang proses yang sangat sulit," ungkap Agung.


Pada akhirnya ibu Agung pun memberi restu dengan alasan yang berkaitan dengan masa depannya.

"Karena dunia ini belum tahu prospeknya di mana, jadi yang gue percaya adalah gue merasa bahagia di sini, gue ngerasa semua bakat gue tersalurkan, dan gue ngerasa bermanfaat buat orang lokal di sana," ungkap Agung.

Akhirnya setelah menjalankan trip pertama kali dan dirpomosikan melalui foto saat tamu datang berkunjung, lalu menjadi viral dan datang tamu lainnya.

"Yaudah lah, gue mulai ngerasa bidang gue di sini, gue ngerasa bener-bener hidup ketika mengekspos keindahan suatu daerah dan membawa orang liburan ke sana," kata Agung.

Agung mengulas lebih dalam mengenai wisata berpetualang yang dijalankannnya dengan strategi mendidik orang lokal di sana atau singkatnya menstransfer ilmu pengetahuan.

"Yang dulunya air terjunnya kosong gak ada jalan, 6 bulan gue di sana akhirnya ada perkampungan kecil, ada orang berjualan, ada tempat parkiran," cerita Agung.

"Inilah hebatnya pariwisata, multiplayer effect-nya luar biasa, menghidupkan ekonomi lokal," sahut Helmy Yahya.

"Mungkin bisnis lain itu bisa omsetnya miliaran, tapi wisata omsetnya gak tinggi tapi dampak ke masyarakat yang susah itu kerasa banget," ujar Agung.

Di sela-sela perbincangan, Helmy Yahya pun menyinggung mengenai pendidikan Agung.

"Tapi ngomong-ngomong kuliahnya tamat gak?," tanya Helmy.

"Ya Alhamdulillah tamat, 7 tahun bang 7 tahun itu sampai diskakmat sama ibu," akui Agung.

Singkat cerita, Agung pun kembali mencari tempat-tempat yang belum terekspos salah satunya Labuan Bajo.

"Gue mau nyari nih tempat yang gak bisa orang pergi sendiri dan membutuhkan jasa tour operator akhirnya Labuan Bajo," kata Agung.

"Kenapa milih Labuan Bajo? Itu 7 tahun yang lalu ya?," tanya Helmy.

"Karena saat itu belum terlalu populer dan gue pun penasaran, tamu banyak yang pengen ke sana tapi bingung caranya gimana, belum lagi biayanya mahal, yaudah gue coba aja," ujar Agung.

Akhirnya Agung fokus mempromosikan Labuan Bajo hingga memilih tinggal di dekat sana.

Dari sini juga muncul sebuah ide untuk menghadirkan kapal.

"Di sana gue bener-bener yakin Labuan Bajo ini prosepek masa depannya bagus, karena semuanya ada, ada komodo yang hanya ada di sana, di seluruh dunia gak ada, di sana gue mulai karier gue," tutur Agung.

"Merintis dari nol?," sahut Helmy Yahya.

"Merintis dari nol bang, dari awal tinggal di pelabuhan tiap pagi kebangun gara-gara suara Ferry (kapal)," kata Agung.

Selama 6 bulan Agung bertahan hidup dengan makan mie instan karena tidak mau membebani orangtuanya.

"Setiap pagi tuh gue bangun dengan ceria walaupun gue tinggal di kosan yang sempit banget, edit video depan laptop jadi gue ngerasa semua mimpi gue tuh luas," ungkap Agung.

Agung juga mengungkapkan jika dia terus fokus mengembangkan setiap destinasi terpencil di Indonesia dan memberdayakan masyarakat setempat.

Dibeberkan Agung proses pertama itu mencari relasi dengan cara mencari orang yang mempunyai kapal.

"Jadi gak semua orang yang mampu buat mempromosikan kapalnya, jadi gue tanya harga sewa dan dapat harga dasar, dan di website gue tulis harga tour guide sekaligus dokumentasi," ujar Agung.

Diakui Agung karena orang Indonesia rata-rata hobi dokumentasi.

Jadi, Agung menjadi tour guide, mengurus perjalanan dan membuka jasa dokumentasi dalam bentuk foto dan video.

Dibeberkan Agung juga, saat itu dirinya sempat menjadi tukang bersih-bersih kapal, angkat barang tamu, guide.

"Gue pernah di posisi semua hal yang dibutuhkan saat itu dan untuk membangun wisata, makanya aku bukan hanya pemikir tapi juga melakukannya," kata Agung.

"Dan sekarang punya empat kapal?," tanya Helmy.

"Alhamdulillah, kerjasama juga sama beberapa," akui Agung.

"Jadi kalo saya ke Labuan Bajo aman lah itu?," tanya Helmy.

"Aman, tinggal telpon," jawab Agung disertai gelak tawa Helmy Yahya.

 Dikutip dari wikipedia, Labuan Bajo merupakan salah satu desa dari 19 desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Labuan Bajo sebelumnya adalah kelurahan sekaligus ibu kota Kecamatan Komodo dan juga merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Sekarang dikembangkan menjadi Kota Labuan Bajo.

Wilayahnya meliputi; Kampung Ujung, Kampung Tengah, Kampung Air, Lamtoro, Wae Kelambu, Wae Medu, Cowang Dereng, Wae Kesambi, Wae Bo, Lancang, Sernaru, Wae Mata, Pasar Baru, Pede, dan Gorontalo.

Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel