Susah Sinyal, Anak-anak Desa Ini harus Jalan Kaki 2 Km dan Panjat Pohon supaya Bisa Belajar Online

Loading...
Loading...


Diapit dua gunung, desa ini susah sinyal, anak-anak harus bejalan kaki 2 km dan panjat pohon demi bisa belajar online.

Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah resmi dimulai, namun adanya pandemi covid-19 kondisi belajar mengajar menjadi berbeda.

Ada yang harus belajar secara online, namun perlu perjuangan tersendiri, anak-anak ini harus berjalan 2 km lalu memanjat pohon demi bisa belajar secara online.

Kegiatan belajar mengajar mulai dari tingkat SD hingga SMA serentak dilakukan sejak  Senin (13/7/2020) kemarin.

Pandemi virus corona atau Covid-19, proses belajar mengajar tatap muka bertemu fisik antara guru dan siswa tidak dilakukan.

Jam sekolah tentu tidak berubah, pukul 07.00 WIB siswa lengkap dengan seragam sekolah sudah bersiap di depan smartphone milik orang tuanya.

Namun, ada juga yang melakukan proses belajar mengajar dengan luring.

Hal itu karena kondisi daerah yang tidak memadai.


Di antaranya karena sulitnya signal smartphone dan begitu juga paket internetnya.

Seperti yang diungkapkan akun Facebook Reni Rosari Sinaga, Sabtu (1/8/2020).

Ia mengunggah kegiatan belajar luring dan daring di salah satu Desa di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Selain proses belajar secara luring, Reni juga mengunggah foto sejumlah siswa SMP,  SMA hingga mahasiswa terpaksa memanjat pohon untuk mencari signal agar bisa mengikuti proses belajar daring.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel