Tabungan Puluhan Juta Raib Dalam 11 Menit, Zainuddin Curiga Dapat SMS, Waspada Kejahatan Modus Ini

Loading...
Loading...


Nasib sial dialami seorang pria warga Dusun Mangu, Desa Gading Mangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Pria bernama Zainuddin (49) menjadi korban penipuan.

Tabungannya selama 8 tahun raib hanya dalam 11 menit.

Uang di rekening banknya dikuras dari Rp 44 juta hingga tersisa hanya Rp 124.558.

Penipuan dilakukan melalui telepon dengan modus undian berhadiah.

Berikut fakta-fakta penipuan yang dialami Zainuddin:

Telepon tanyakan identitas

Peristiwa bermula ketika Zainuddin mendapatkan telepon dari seseorang bernomor ponsel yang mengaku sebagai petugas bank BRI.

Penelepon menginformasikan terkait kepesertaan Zainuddin dalam undian BRITAMA.

Kemudian pelaku mendikte dan menanyakan satu per per satu terkait identitas Zainuddin.

Zainuddin tanpa curiga menjawab pertanyaan-pertanyaan pelaku hingga akhirnya penelepon mematikan telepon.

Terkuras dalam 11 menit

Zainuddin yang menggunakan SMS Banking tiba-tiba mendapatkan pesan bahwa telah berhasil melakukan transfer, padahal dirinya tidak melakukan transfer.

Dia lalu ingin mengecek saldo ke ATM terdekat.

"Saya curiga kok ada SMS seperti ini. Lalu saya mau ngecek ke ATM, tapi belum berangkat sudah ada SMS lagi," kata Zainuddin saat ditemui Kompas.com, Kamis (6/8/2020).

Selama rentang sekitar 11 menit, dia terus menerima pesan telah berhasil melakukan transfer.

"Banyak sekali SMS yang masuk waktu saya berangkat ke ATM. SMS-nya sama seperti ini. Waktu cek saldo, ternyata saldonya tinggal segitu (Rp 124.558)," tutur Zainuddin.

Ada 6 kali transaksi

Setelah dicek ada enam kali transaksi yang dilakukan oleh pelaku dengan total nilai Rp 44 juta lebih.

Transaksi pertama yakni transfer sebesar Rp 19.999.999.

Tak lama berselang, transaksi kembali terjadi dengan nilai 4.999.999.

Transaksi ketiga, keempat dan kelima dilakukan dengan nilai yang sama, yaitu Rp 4.999.999.

Pada transaksi keenam, transfer dilakukan sebesar Rp 4.212.345.

Transaki pertama terjadi pukul 12.40 WIB dan terakhir pukul 12.51 WIB.

Dikumpulkan 8 tahun

Tahu uangnya lenyap, Zainuddin pun segera mendatangi kantor BRI terdekat.

Dia juga menghubungi BRI Sidoarjo maupun Jombang, bahkan call center BRI.

Dia hanya ingin uangnya kembali, sebab uang tersebut dia kumpulkan sejak 8 tahun lalu.

Tak bisa dikembalikan BRI

Pihak BRI telah merespons bahwa mereka tidak akan mengembalikan uang Zainuddin yang hilang.

Sebab, transaksi tersebut dikenali sistem secara wajar.

Berbeda dengan kasus skimming yang dikenali sebagai transaksi yang tidak wajar.

"Hasilnya (investigasi) bukan skimming, tapi ini masuk kategori social engineering. Jadi mohon maaf, dari hasil itu kami tidak bisa mengganti," ujar Manajer Operasional Kantor Cabang BRI Jombang, Syamsul Arifin di kantornya, Rabu (12/8/2020).

"Hasil investigasi, si pelaku ini berhasil mendapatkan nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, sama nomor OTP yang dikirimkan pada saat itu," jelasnya.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel