Terungkap, Ini Sosok Suami yang Meminta Izin ke Istri untuk Menikah Lagi, Ternyata Dirut Bank

Loading...
Loading...


Beberapa hari yang lalu, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan seorang istri memberikan izin suaminya untuk menikah lagi.

Dalam video yang diunggah salah satu akun Instagram, @smart.gram, Sabtu (22/8/2020) memperlihatan sang istri dengan suara terbata-bata menyampaikan beberapa pesan kepada sang suami.

“Berjanji ayah akan bersikap adil nantinya?” tanya wanita yang mengenakan baju hijau tosca.

Lantas, sang suami menjawab “Insya Allah,” jawab sang suami.

Sang istri juga meminta kepada suaminya itu untuk bejanji agar memperhatikan dirinya, anak-anak hingga maut memisahkan.

“Berjanji ayah akan menaungi Bunda, anak-anak dan seterusnya?,” terang sang istri dengan rintihan air mata dan suara yang terbata.

Setelah mengucapkan pesan itu, sang istri kemudian menyampaikan isi hatinya di depan saksi bahwa ia mengizinkan suaminya itu untuk menikah lagi.

“Bismillah. Dengan ini saya mengizinkan ***(nama istri kedua)*** untuk menjadi istri kedua dari suami saya,” ujar sang istri yang berlinang air mata.

Terlihat, istri kedua dari suaminya itu duduk di sebelah dirinya. Lantas, dirinya memeluk istri kedua dengan air mata yang membasahi pipinya.

Iya tampak mengikhlaskan suaminya memadu dirinya meskipun ia dan suaminya telah mengarungi bahtera rumah tangga selama bertahun-tahun.

Banyak yang bertanya-tanya siapa sosok pria di dalam video viral tersebut.

Belakangan, tersiar kabar bahwa pria dalam video tersebut merupakan salah satu Direktur Utama Bank Syariah milik daerah di salah satu provinsi Indonesia.

Kukuh Rahardjo, sosok pria yang tengah viral lantaran ia meminta izin kepada istri pertamanya untuk menikah lagi.

Ia merupakan Dirut Bank NTB Syariah yang menjabat sejak 21 Agustus 2018 lalu.

Banyak warganet yang memuji ketegaran hati istri pertamanya dan mengikhlaskan suaminya untuk menikah lagi alias berpoligami.

Mengutip dari berbagai sumber, Kukuh Rahardjo adalah Warga Negara Indonesia, yang kini berusia 51 Tahun.

Ia dilahirkan di Jakarta pada 24 November 1968 silam.

Kukuh menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank NTB Syariah sejak tanggal 21 Agustus 2018.

Ia berhasil meraih gelar sarjana (S1) di UPN Veteran Yogyakarta tahun 1992 dan meraih gelar magister (S2) Manajemen Profesional UMKM di Institut Pertanian Bogor tahun 2004.

Ia pertama kali memulai karirnya diperbankan pada tahun 1992 di Bank Negara Indonesia (BNI).

Kemudian karirnya dilanjutkan ke BNI Syariah pada juli 2011 sampai dengan Maret 2017 dengan posisi akhir Direktur Bisnis.

Penelusuran Serambinews.com pada akun media sosialnya, Kukuh terbilang aktif menggunakan Facebook.

Ia kerap membagikan unggahan Islami dan foto keluarganya bersama istri pertama serta tiga anak lelakinya.

Memang, Islam memperbolehkan laki-laki untuk melakukan poligami.
Banyak orang berpendapat bahwa hukum poligami dalam Islam adalah sunah.

Namun, jika ditinjau dari sisi hukum Islam, umumnya para ulama berpendapat bahwa hukum poligami sesungguhnya bukanlah sunah, melainkan mubah atau diperbolehkan.

Walaupun demikian, poligami tentu bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

Ketika hendak berpoligami, seorang lelaki seharusnya bercermin dahulu, apakah ia telah memenuhi syarat untuk melakukannya atau tidak.

Salah satu syarat bagi seorang lelaki untuk menjalankan poligami adalah harus mampu berlaku adil pada istri mengenai pembagian waktu, harta, dan perhatian.

Namun, jika ditinjau dari aspek hukum yang berlaku di Indonesia, poligami pun juga diperbolehkan secara negara.

Hal ini merujuk pada UU Perkawinan Pasal 3 ayat 2, yang mana “Pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan”

Sementara itu, di dalam mengajukan permohonan untuk beristeri lebih dari satu orang, seorang suami harus memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam Pasal 5 ayat 1 UU Perkawinan.

Yang pertama, adanya persetujuan dari isteri/isteri-isteri;

Kedua, adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan-keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anak mereka;

Ketiga, adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak mereka.

Meski diperbolehkan, baik secara hukum agama maupun hukum negara, terdapat berbagai persyaratan yang begitu ketat untuk laki-laki yang ingin berpoligami.

Tujuannya agar para pelaku poligami tidak dapat melakukannya secara sewenang-wenang.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel