BLT Rp 600 Ribu yang Sudah Dibagikan Minta Dikembalikan? Simak Alasan Lengkap Menaker Ida Fauziah

Loading...
Loading...


Bantuan pemerintah terus mengalir guna menggenjot perekomian masyarakat yang lesu akibat Covid-19

Salah satunya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp.5 juta.

Harapan dengan diberikannya bantuan tersebut, untuk mendongkrak daya beli masyarakat yang terdampak Covid-19.

Namun pada pelaksanaannya, BLT untuk prakerja itu masih ditemukan sasaran yang tidak tepat. Seperti yang dikutip oleh PikiranRakyat-Pangandaran.com dari WartaEkonomi.co.id, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah meminta yang tidak berhak mendapatkan bantuan segera mengembalikannya ke kas negara.

“Kami mohon yang bersangkutan wajib mengembalikan bantuan tersebut ke rekening kas negara,” ucap Ida Fauziah.

Mereka yang dimaksud oleh Ida Fauziah adalah para pekerja yang gajinya di atas Rp.5 juta.

Persyaratan penerima BLT sebelumnya sudah tertuang dalam Permenaker No 14 Tahun 2020, tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji atau Upah Bagi Pekerja atau Buruh dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Selain bergaji di bawah Rp 5 juta, pekerja yang berhak menerima BLT adalah peserta BP Jamsostek yang status pesertanya aktif hingga Juni 2020 dan memiliki nomor rekening aktif.
Besaran bantuan yang diberikan Rp 600 ribu per bulan, selama empat bulan dua kali transfer, yaitu sebesar Rp.1,2 juta masing-masing periode transfer.

Ida meminta, BP Jamsostek terus berkomunikasi dengan pemangku kepentingan terkait, sehingga kendala dalam penyaluran bantuan ini dapat diminimalkan.

Sejumlah kendala yang dihadapi meliputi duplikasi, rekening sudah tidak aktif, rekening tidak valid, rekening telah dibekukan, rekening tidak sesuai NIK, dan sebagainya.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel