Istri Mensos Beri Bantuan Ponsel ke Ayah yang Mencuri HP Demi Sang Anak Bisa Belajar Online di Garut

Loading...
Loading...

Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara mendatangi rumah A (41) di daerah Garut.

Seperti diketahui, A, merupakan ayah yang mencuri ponsel demi anaknya bisa belajar online.

Saat didatangi istri Mensos, tangis A (41) pecah.

Kisah A, ayah yang mencuri ponsel demi anaknya bisa belajar online, sempat viral dan mengundang banyak simpati dari banyak pihak.

Sejak kisahnya ramai diberitakan, bantuan bagi A, warga Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler yang bekerja serabutan itu terus mengalir.

Ia pun tak menyangka banyak bantuan yang diterimanya.

"Saya sangat bahagia ada bantuan. Terima kasih ke ibu Grace karena sudah memberikan laptop untuk anak saya agar bisa belajar daring," ujar A sambil meneteskan air mata, Rabu (2/9/2020).

A berharap, bantuan serupa tak hanya diberikan untuk dirinya. Namun bisa diterima orang lain yang senasib seperti ia dan keluarga.

"Alhamdulillah sudah tenang buat anak belajar. Apalagi baru masuk ke SMP. Sedangkan yang besar cuma tamatan SMP, anak paling kecil masih umur 4 tahun," katanya.

Sehari-hari A bekerja jadi buruh pacul. Dengan upah Rp 50 ribu. Ia juga kerap mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara, mengaku tersentuh dengan kisah A yang rela berbuat apa saja demi anaknya bisa belajar.

Meski tak dibenarkan, kisah A itu bisa jadi pembelajaran.

"Saya sempatkan datang ke rumahnya setelah melihat kisahnya di media. Ayahnya rela mencuri ponsel demi anaknya bisa belajar daring. Saya datang untuk beri bantuan laptop, ponsel, dan peralatan sekolah," ucap istri Menteri Sosial, Juliari Batubara itu.

Kemarin Grace juga memberi bantuan 1.000 paket sembako bagi warga Garut.

Kasus yang seperti dialami A bisa terjadi di mana saja. Pemerintah juga bisa mengambil langkah cepat untuk menanganinya.

"Mendikbud sudah beri keleluasaan untuk siswa dapat kuota internet. Semoga bisa selesaikan masalah seperti yang dialami warga di Garut ini," katanya.

Anak Khawatir Ayah Dipenjara

Sedih dan bahagia dirasakan S (13), saat mendapat bantuan laptop dan HP dari istri Menteri Sosial, Grace Juliari Batubara.

Sebelumnya, S, anak dari ayah yang mencuri ponsel demi anaknya agar bisa belajar online, sempat khawatir ayahnya akan dipenjara karena telah melanggar hukum pidana.

Namun, ternyata malah banyak mendapat bantuan termasuk yang terbaru kini dari istri Menteri Sosial.

Secara khusus Grace sengaja datang ke rumah S di Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler.

Bantuan itu diberikan Grace kepada S setelah melihat kisah perjuangan ayah S, di media massa.

Ayah S berinisial A (41), harus mencuri ponsel agar anaknya yang baru masuk SMP itu bisa belajar daring.


Ponsel curian itu akhirnya ditemukan pemiliknya yang tak lain masih dikenal oleh A.

Sehari-hari A kerap bekerja di rumah pemilik ponsel tersebut.

Kesulitan ekonomi membuat A gelap mata.

Ia mengambil ponsel tersebut agar anaknya bisa belajar.

Pasalnya S sudah tertinggal pelajaran karena tak memiliki HP.

"Dulu suka pinjam HP ke tetangga. Kuotanya beli sendiri. Kadang kalau HP tetangganya dipinjam, enggak bisa belajar," ujar S di rumahnya.

S tak menyangka, aksi ayahnya itu dilakukan agar dirinya bisa belajar. Saat mengetahui ponsel yang dipakainya untuk belajar hasil curian, S sempat terkejut dan menangis.

Ia khawatir ayahnya tersangkut masalah hukum.

Beruntung, pemilik ponsel curian itu berbaik hati dan mencabut laporan polisi.

Kini S bisa lebih tenang karena banyak mendapat bantuan. Hari ini, satu buah laptop diberikan penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara.

S sangat bersyukur dan tak menyangka bisa mendapat banyak perhatian. Ia berharap, bantuan serupa bisa diberikan kepada warga lain yang membutuhkan.

"Pas pertama ramai itu, sudah dikasih HP sama Kejari Garut. Terus ada juga dari polisi," katanya.

Sebelumnya, Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara, mengaku tersentuh dengan kisah A yang rela berbuat apa saja demi anaknya bisa belajar. Meski tak dibenarkan, kisah A itu bisa jadi pembelajaran.

"Saya sempatkan datang ke rumahnya setelah melihat kisahnya di media. Ayahnya rela mencuri HP demi anaknya bisa belajar daring. Saya datang untuk beri bantuan laptop, HP, dan peralatan sekolah," ucap Grace yang juga memberi bantuan 1000 paket sembako bagi warga Garut.

Kasus yang seperti dialami A bisa terjadi di mana saja. Pemerintah juga bisa mengambil langkah cepat untuk menanganinya.

"Mendikbud sudah beri keleluasaan untuk siswa dapat kuota internet. Semoga bisa selesaikan masalah seperti yang dialami warga di Garut ini," katanya.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel