Penumpang Angkot Bogor Dipaksa Turun dan Diminta Bayar Rp50 Ribu

Loading...
Loading...


Penumpang angkot Bogor dipaksa rurun dan diminta bayar Rp50 ribu. Rupanya, para penumpang itu tak mengenakan masker. Padahal, Kota Bogor masuk zona merah penyebaran virus corona.

Hal itu terungkap saat razia masker kembali digelar anggota Satpol PP Kota Bogor. Kali ini, razia digelar di wilayah Balai Kota Bogor, Minggu (6/9).

Ada sebanyak 35 orang yang terjaring razia masker. Mereka merupakan pejalan kaki serta sopir angkot dan penumpangnya yang sedang melintas di seputaran Balai Kota Bogor.

Para sopir dan penumpang yang kedapatan tak mengenakan masker langsung diminta turun. Mereka didata lalu dikenakan sankai mulai denda hingga sanksi sosial.

Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Theo Patricio mengatakan, dari 35 pelanggar, 15 diantaranya membayar sanksi denda Rp 50 ribu.

“Yang tidak bisa bayar kita beri sanksi sosial berupa nyapu, hormat bendera dan nyanyi lagu kebangsaan,” ucapnya.


Lanjutnya, sanksi denda tersebut dibayarkan ke rekening kas daerah melalui Bank BJB. Ia menilai sejauh ini kesadaran warga untuk memakai masker di tempat umum sudah cukup tinggi. Namun, masih ada beberapa warga yang mengaku lupa khususnya para sopir angkot.

“Kebanyakan sopir angkot, mungkin dia abis makan atau ngerokok jadi maskernya di dagu, kadang dicopot,” ungkapnya.

Penerapan sanksi denda ini tertuang dalam Perwali Nomor 107 Tahun 2020. Ia berharap dengan adanya sanksi denda ini bisa menyadarkan warga tentang pentingnya menggunakan masker.

Selain razia masker, Satpol PP Kota Bogor juga menggelar razia terhadap tempat usaha yang beroperasi melewati batas aturan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Selama masa PSBMK, tempat usaha wajib tidak beroperasi di atas pukul 18.00 WIB, dan bagi yang melayani delivery order harus selesai mulai pukul 21.00 WIB.

Sumber : metropolitan.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel