Tega Betul, Hanya Karena Hal Sepele Banget, Ibu ini Saksikan Anaknya yang Hendak Pemotretan Prewed Meregang Nyawa Dikeroyok dan Dianiaya Tetangga Hingga Tewas.

Loading...
Loading...
 
Seorang ibu akan selalu memiliki ikatan kuat dengan anaknya.
Tapi apa yang terjadi bila anaknya sendiri dikeroyok, bahkan dianiaya hingga tewas.
Ini jugalah yang terjadi ibu yang berada di Sumatera Selatan ini.
Nasib naas dialami seorang pemuda bernama Rio Pambudi Wicaksono (25), warga kompleks Perumahan Griya Macan Lindungan, Kelurahan Bukti Baru, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Sumatera Selatan.
Pasalnya, ia tewas setelah dikeroyok tetangganya sendiri berinisial A dan tiga anak pelaku pada Minggu (19/7/2020).
Mirisnya lagi, penganiayaan itu dilakukan di hadapan ibu korban.
Sang ibu ketika itu tak berdaya untuk menolong anaknya dan hanya bisa meronta saat melihat korban dikeroyok pelaku hingga tewas.
Berawal hendak hidupkan motor
Lihat Foto Ilustrasi motor salah satu saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, saat itu Rio diketahui hendak menyalakan sepeda motor di depan rumahnya.
Kemudian pelaku yang merupakan tetangga korban berinisial A tiba-tiba emosi dan menegur korban.
Akibatnya cekcok tak terhindarkan.
Pelaku yang gelap mata, kata Ganda, sesaat kemudian mengambil senjata tajam jenis celurit.
Sedangkan tiga anak pelaku yang mengetahui kejadian itu bukannya melerai tapi justru ikut mengeroyok korban.
"Pelaku ini mengeroyok korban di depan rumahnya. Pelaku juga bawa tiga anaknya," kata Ganda.
Saat dikeroyok empat pelaku itu, korban sempat berusaha lari.
Namun upayanya untuk menyelamatkan diri itu berhasil dihalau para pelaku.
Sang ibu yang mengetahui anaknya dikeroyok itu, kata Ganda, sempat berusaha untuk melerai dan menolongnya.
Namun oleh salah satu anak pelaku, ibu korban justru dibekap dan dipegangi tangannya.
Sehingga ibunya ketika itu hanya bisa meronta saat melihat anaknya dikeroyok dan disabet dengan senjata tajam oleh para pelaku.
"Ibunya dipiting oleh salah satu anak pelaku waktu Rio ini dikeroyok," ujar Ganda.
Setelah dianiaya para pelaku, korban tergeletak dengan luka parah di sekujur tubuh akibat luka sabetan senjata tajam dan pukulan.
Oleh warga sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak berhasil tertolong.
Setibanya jenazah korban dibawa pulang dari rumah sakit, pelaku diketahui sudah melarikan diri dan rumah kosong.
Menurut Ganda, pelaku selama ini memang dikenal memiliki sifat tempramental dan tidak bersahabat dengan para tetangganya.
Sebelumnya, antara pelaku dan korban diketahui sempat terjadi keributan.
Namun saat itu berhasil dimediasi oleh warga dan RT setempat.
Sementara itu, Kapolsek Ilir Barat 1 Palembang Kompol Yenni Diarty mengaku sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku.
"Pelakunya adalah tetangga korban sendiri. Sekarang kita masih mengejarnya, karena pelaku ini melarikan diri usai menganiaya korban," kata Yenni.
Korban dikenal baik
Korban dikenal baik oleh rekan kantor dan tetangganya.
"Ya keseharian dia ini baik orangnya tidak pernah berulah. Sudah dua tahun ini dia bekerja di Izuzu," ungkap rekan korban saat mengunjungi rumah duka, Minggu (19/7/2020).
Selain itu H, warga sekitar mengatakan Rio dikenal baik dan mudah bergaul di perumahan tersebut.
Rio Pambudi ini rencananya akan melangsungkan pernikahan bulan september 2020 mendatang.
"Dia ini bulan sembilan ini mau menikah, nah pagi tadi waktu manasi motor dia itu memang mau pergi untuk mengurus pernikahannya," kata H.
Namun demikian, warga belum mengetahui siapa calon dari Rio Pambudi.
Kesaksian ibu korban
Anna Susana (50), Ibu dari Rio Pambudi menjelaskan, sekitar pukul 10.00 WIB pada hari Minggu (19/07/2020), Rio tengah memanasi sepeda motor maticnya di depan rumah .
Kala itu, Rio berencana melaksanakan foto prewedding bersama calon istrinya.
"Pagi itu itu Rio ditelepon calon istrinya, katanya mau foto prewedding, jadi Rio sudah waktu itu berpakaian rapi sedang memanaskan motor honda scoopy miliknya," ungkap Ana.
Saat Rio memanaskan motornya, ada dua diduga pelaku yang sedang duduk di rumah kosong seberang kediaman korban.
Mereka memprotes suara sepeda motor yang dinilai keduanya mengganggu telinga.
Kemudian terjadi cekcok antara Rio dengan dua orang diduga pelaku itu.
Selang beberapa saat, datang dua orang diduga pelaku lainnya.
"Saya rasa itu mengada ada, seberapa besar sih suara knalpot honda scoopy, punya Rio itu knalpot asli bukan knalpon modifikasi, mereka itu sepertinya memang memancing keributan," katanya.
Ana dan kakak Rio Melisa kemudian keluar dari rumah untuk memisahkan cekcok yang sudah mengarah ke kontak fisik.
Melisa pun sempat mengambil video perkelahian tak imbang itu.
"Saya dan Melisa didorong menjauh dari Rio, padahal kami melerai perkelahian itu, HP melisa pun sempat mau direbut, saya sampai ditendang sehingga terjatuh," katanya
Hingga akhirnya Rio terkapar bersimbah dari di lokasi.
Sumber : grid.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel