Syekh Ali Jaber Doakan Anak Alpian: Semoga Jadi Penghafal Al-Quran

Loading...
Loading...

 

Ulama kharismatik Syekh Ali Jaber mengaku mendapat kabar bahwa istri dari pelaku penusukan terhadap dirinya Alpian Adrian (AA) baru saja melahirkan. Syekh Ali Jaber pun menyampaikan sejumlah doa.

Hal itu disampaikan Syekh Ali Jaber saat konferensi Pers virtual melalui akun Youtubenya. 

"Dalam kesempatan live ini saya ucapkan selamat kepada istri beliau semoga insyaalah keturunannya yang baru lahir mudah-mudahan bisa berguna untuk Indonesia, menjaga nama baik keluarga dan mudah-mudahan menjadi keturunan penghafal Al-quran," kata Syekh Ali Jaber, Jumat (18/9).

Syekh Ali lalu berdoa kepada AA agar segera pulih dari luka-luka saat penangkapan oleh jemaah. Ali juga meminta maaf sebab tak bisa menolong AA yang terlanjur diamuk massa saat itu.  

"Saya minya maaf karena saya di saat yang sama saya tidak bisa membelamu sepenuhnya, walaupun saat itu saya sempat menghentikan jemaah tetapi mungkin agak lambat karena saya sibuk melepaskan pisau yang sudah masuk cukup dalam," papar Ali.

"Jadi saya minta maaf mungkin karena saya tidak bisa di saat yang pas mendahului jemaah. Apa yang terjadi semoga anda mampu menbukakan pintu maaf karena saya tidak bisa membelamu saat itu dan mudah mudahan menjadi pelajaran untukmu dan keluarga," sambung Ali lagi.

Dalam kesempatan itu, Ali mengaku semakin mencintai Indonesia. Dia menghaturkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya. Dia memberikan hadiah berupa bendera merah putih kepada Pelaku AA. 

"Saya ingin hadiahkan sesuatu untuk AA, mendorong dia untuk semangat menjadi orang yang berguna bagi Indonesia dan juga keluarga," tutur Ali. 

Syekh Ali Jaber Ditusuk

Syekh Ali Jaber ditusuk saat sedang mengisi tausiyah di Masjid Falahudin, Kota Bandar Lampung Pada Minggu (13/9). Pisau yang digunakan pelaku mengenai lengan atas kanan Ali. Kini, kondisi Ali sudah membaik.

Sementara polisi telah menetapkan penusuk Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian, sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 340 jo Pasal 53 KUHP subsider Pasal 338 jo 351 KUHP subsider Pasal 351 Ayat 2 jo Pasal 53 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat 1 dengan ancaman hukuman mati.

Sumber :  kumparan.com


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel