Tuai Polemik, Kemenag Akhirnya Ganti Nama Program Penceramah Bersertifikat

Loading...
Loading...

  

Program Penceramah Bersertifikat menimbulkan banyak polemik.

Selain itu, program penceramah bersertifikat pun ditentang oleh beberapa Organisasi Masyrakat (ormas) hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Permasalahan program penceramah bersertifikat pun akhirnya menemui titik terang. 

Program penceramah bersertifikat ini akan dihapus dan diganti menjadi Penguatan Kompetensi Penceramah Agama.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama ini bersifat sukarela dan akan dilakukan bagi seluruh agama.

"Saat ini ada 53 ormas keagamaan yang telah mengikuti. Dan kami tetap membuka diri bagi ormas-ormas lain yang ingin bergabung," kata Wamenag.

"Bismillahirrahmanirrahim, dengan niat baik memberikan penguatan dan pembinaan, kami launching Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama,” ucap Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi pada Jumat 18 September 2020.

"Ini bukan sertifikasi. Tidak ada paksaan untuk mengikuti program ini. Sifatnya sukarela. Karenanya, yang tidak ikut Bimtek juga tidak terhalang haknya untuk terus berdakwah,” sambungnya.

Sebagaimana diberitakan Pikiranrakyat-bekasi.com dalam artikel, "Ganti Nama Program, Wamenag: Tidak Ada Lagi Program Penceramah Bersertifikat", Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan tidak perlu ada lagi polemik tentang penceramah bersertifikat.

"Kami ingin meluruskan atau mengklarifkasi bahwa nama program ini adalah Penguatan Kompetensi Penceramah Agama," kata Wamenag di Jakarta pada Jumat, 18 September 2020.

Sebelumnya, menurut Wamenag telah beredar diksi dai atau penceramah bersertifikat.

"Berdasarkan masukan dan arahan dari berbagai pihak, program ini namanya adalah Penguatan Kompetensi Penceramah Agama," sambung Wamenag.

Penetapan nama program ini menurut Wamenag sekaligus menghindari polemik dan pendapat yang saling menegasikan.

"Kami ingin keluar dari polemik tersebut. Dalam kaidah disebut, al khuruj minal khilaf mustahab. Kami ingin keluar dari polemik itu sehingga kami bersepakat dengan nama program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama," ucap wakil dari Fachrul Razi.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel