Gus Nur Dilaporkan ke Bareskrim karena Dinilai Menghina NU

Loading...
Loading...

 


Sugi Nur Raharja atau akrab disapa Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri. Pendakwah itu dilaporkan lantaran dinilai telah menghina organisasi Nahdlatul Ulama, dalam sebuah pernyataannya di acara dialog salah satu channel YouTube.

Laporan itu dilakukan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim. Polisi menerima pelaporan itu dengan nomor register LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

"Gus Nur ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap NU, tak hanya sekali ini. Tentu kami merasa ini tidak boleh kami diamkan, perlu kami mintai pertanggungjawaban Gus Nur. Oleh karena itu, kami mencoba melaporkan ke Bareskrim," kata Aziz di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020).

Pelapor membawa barang bukti berupa CD yang berisikan pernyataan Gus Nur yang dianggap telah melecehkan NU serta disebut melakukan ujaran kebencian. Laporan dilakukan lantaran Gus Nur juga disebut telah berkali-kali menghina NU.

Terkait pelaporan ini, Aziz berharap aparat kepolisian bisa memproses upaya hukumnya itu. Menurutnya, pernyataan Gus Nur bukan hanya menyerang pribadi, melainkan menghina NU secara kelembagaan.

Tak hanya itu, dengan adanya laporan polisi ini, Aziz meminta seluruh lapisan NU untuk menahan diri atau tidak melakukan main hakim sendiri. Ia menyebut untuk mempercayakan semua ini melalui proses hukum yang berlaku.

"Karena Gus Nur sudah melakukan ujaran kebencian tidak hanya personal, tapi organisasi. Semua NU bisa meneduhkan pikirannya terutama terhadap Ansor dan Banser. Karena saya takut kalau proses hukum tidak berjalan, mereka bisa bertindak masing-masing, mereka bisa melakukan apapun," ucap Aziz.

Di kesempatan yang sama, Kuasa Hukum Aziz, Saleh mengungkapkan, pernyataan Gus Nur yang dianggap masuk pidana ujaran kebencian di antaranya NU disebut PKI dan liberal.

"Gus Nur menyatakan, pada menit ke 4.40, Ia katakan gini NU sekarang diibaratkan seperti bus umum sopirnya mabuk, kondekturnya teler dan kenek dan sopir ugal-ugalan dan penumpangnya kurang ajar semua, ngerokok, juga nyanyi, juga buka aurat, dangdutan juga jadi kesucian NU selama ini dikenal tidak ada selama ini," kata Saleh.

"Kemudian di menit ke 5.20, bisa jadi keneknya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut, sopirnya KH Aqil Siraj. Penumpangnya liberal, sekuker, PKI semuanya numplek di situ itu poinnya," ujar Saleh menambahkan pernyataan Gus Nur yang dianggap menghina NU.

Atas pernyataannya itu, Gus Nur disangka melanggar Pasal 27 ayat (3), Pasal 28 ayat (2) UU ITE Juncto Pasal 310. "Ancamannya yang Pasal 27 empat tahun, yang Pasal 28 enam tahun itu Jo 310 yah kami laporkan hari ini," ucap Saleh.

Sumber : okezone.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel