Kasus Beras Bantuan PKH Bercampur Plastik, Bulog Subang: Sedang Ditelusuri, Kami Juga Dirugikan!

Loading...
Loading...

Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional Subang, Jawa Barat, memastikan kualitas beras untuk Program Bantuan Sosial Beras dalam kondisi baik. Kasus penemuan beras bercampur plastik di Kecamatan Sukatani dinilai telah merugikan Bulog.

"Terkait penemuan tersebut dari Perum Bulog secara internal sedang menelusuri, karena dengan adanya berita tersebut juga kami dirugikan," kata Pemimpin Cabang Bulog Subang, Mita Aryani Pratiwi seusai konferensi pers di Purwakarta, Jumat 2 Oktober 2020 sore.

Untuk meluruskan anggapan buruk terhadap institusinya, Mita mengaku terus berkoordinasi dengan kantor wilayah hingga pusat.

Meskipun demikian, ia tetap menyerahkan penanganan kasus penemuan beras bercampur plastik itu kepada pihak Kejaksaan Negeri Purwakarta sepenuhnya.

Mita optimistis Bulog Subang telah mengikuti seluruh aturan dan ketentuan yang berlaku.

"Bulog Cabang Subang telah menetapkan quality control management yang bertugas memastikan kualitas beras sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan," katanya.

Sejak diluncurkan 3 September 2020 lalu, bantuan tersebut telah disalurkan kepada 98.171 Keluarga di Subang dan Purwakarta. Keluarga Penerima Manfaat itu merupakan peserta Program Keluarga Harapan (KPM-PKH).

Menurut dia, beras kualitas medium itu disalurkan melalui Transporter PT. BGR bekerjasama dengan Pendamping PKH. Kerja sama itu untuk memastikan beras telah melalui proses perawatan dan perbaikan (reproses) terhadap kualitas maupun kuantitas.

"Setelah melewati pengecekan kualitas beras medium oleh petugas pengawas kualitas di gudang, selanjutnya beras diserahkan kepada pengangkut atau transporter PT. BGR yang telah ditunjuk oleh Kementerian Sosial untuk melakukan pendistribusiannya kepada KPM-PKH," tutur Mita.

Selain itu, Bulog Subang juga diakuinya telah menerjunkan tim monitoring dan evaluasi untuk memastikan semua pelaksanaan program bantuan sosial di Kabupaten Subang dan Purwakarta berjalan dengan baik. Hal itu untuk menjamin kualitas beras Bulog tetap baik.

Mita menyebut Bulog Cabang Subang melalui transporter PT BGR telah melayani pengiriman beras medium BSB kepada 61.386 KPM-PKH atau sebanyak 1.841 ton hingga saat ini.

Ia pun memperbolehkan KPM menukarkan beras bantuan itu apabila terjadi kerusakan saat diterima.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Purwakarta menemukan beras bercampur plastik dalam bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) masa pandemi Coronavirus Disease 2019. Bahkan, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia akan memanggil Badan Urusan Logistik terkait hal tersebut.

Beras bercampur butiran plastik itu awalnya dilaporkan oleh seorang warga Kecamatan Jatiluhur.

"Beras itu diberikan oleh orang tuanya yang tinggal di Kecamatan Sukatani," kata Kepala Kejari Purwakarta, Andin Adyaksantoro sehari sebelumnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, jajaran Kejari Purwakarta juga menemukan beras serupa dari dua Keluarga Penerima Manfaat bantuan PKH. Keduanya berasal dari dua desa berbeda di kecamatan yang sama yakni Sukatani.

"Saat ini sudah ada tiga karung (beras bantuan bercampur plastik). Kami minta masyarakat untuk segera melapor kalau menemukan beras yang sama," kata Andin seusai menemui Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi di kantornya.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel