Mahfud MD Sempat Endus Penyusup Demo, Viral Video Perwira Brimob Berpakaian Mahasiswa Dihajar Polisi

Loading...
Loading...



Menko Polhukam Mahfud MD mengendus adanya penyusup saat demo UU Cipta Kerja. Ia mengingatkan agar masyarakat yang berdemonstrasi pada 20 Oktober mewaspadai penyusup.

Peringatan Mahfud MD cukup ampuh. Aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja pada Selasa (20/10) kemarin berjalan damai.

Meski begitu, ada insiden yang terjadi antar sesama aparat hingga terjadi aksi pemukulan terhadap perwira Brimob dan anggota kepolisian.

Kejadian bermula saat aparat berseragam preman mengamankan seorang pria yang mengenakan jas alamamter mahasiswa.

Polisi berpakaian PDH anti huru-hara memukul mahasiswa tersebut. Namun yang kena pukulan justru perwira Brimob.

Hal itu membuat anak buah perwira Brimob marah dan mengamuk. Ia balik menyerang polisi dengan lututnya hingga polisi terjatuh dan terkapar di tanah.

“Perwiraku itu, Brimob itu,” teriak aparat berseragam preman sambil memukul polisi, seperti terekam dalam video yang dibagikan aktivis perempuan, Lini Zurlia melalui akun Twitternya, @Lini_ZQ, Selasa (20/20).

“Kan kita enggak tahu, jangan begitulah. Saya enggak tahu komandan,” jawab polisi berpakaian dinas.

“Perwira dia itu, masih juga kau pukuli,” kata aparat berseragam preman yang diduga anggota Brimob.


Sebelumnya, Mahfud MD mengingatkan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa pada 20 Oktober 2020 untuk mewaspadai adanya penyusup yang ingin membuat ricuh.

“Kepada para pengunjuk rasa, silakan berunjuk rasa, silakan, tetapi hati-hati jangan sampai ada penyusup yang mengajak anda bikin ribut,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, bukan tidak mungkin adanya penyusup yang ingin memanfaatkan kesempatan dengan membuat unjuk rasa yang sebenarnya bertujuan menyampaikan aspirasi justru menjadi ricuh.

Bahkan, kata dia, para penyusup itu ingin mencari martil dengan memanfaatkan para pedemo agar menjadi korban dan ditudingkan kepada aparat keamanan.

“Saya ingatkan bahwa bukan tidak mungkin di antara para pengunjuk rasa ada penyusup yang ingin mencari martil mencari korban yang kemudian ditudingkan ke aparat,” tegas Mahfud MD.

Oleh karena itu, Mahfud meminta pedemo untuk berhati-hati dan mewaspadai agar jangan sampai aksi demo sebagai sarana penyampaian aspirasi tercoreng dengan aksi anarkis.

Yang jelas, kata dia, potensi-potensi masuknya penyusup dalam unjuk rasa semacam itu sudah diamati oleh kepolisian yang akan bertindak tegas terhadap pengacau.

“Ini juga sudah masuk ke dalam tengarai kami. Di dalam tengarai para penegak hukum dan penjaga kamtibnas, dalam hal ini kepolisian,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Sumber : pojoksatu.id



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel