Viral Tenaga Medis Ini Dilempari Kotoran Manusia Oleh Warga Saat Tanggani Pasien Covid-19

Loading...
Loading...

Beredar kabar tenaga medis dari Puskesmas Sememi yang ada di Surabaya dilempari kotoran manusia saat melakukan tracing Covid-19 kepada para warga.

Para tenaga medis berbaju putih ini mengalami penolakan dengan cara yang tidak mengenakkan saat mendatangi warga untuk melakukan pendataan, ada warga yang tidak setuju kemudian para tenaga medis tersebu dilempari kotoran manusia.

Diberitakan Pikiran-rakyat.com sebelumnya dengan artikel "Tangani Pasien Covid-19 di Surabaya, Tenaga Medis ini Malah Dilempari Kotoran Manusia oleh Warga". Informasi ini dibagikan pertama kali oleh akun Instagram @Info_surabaya pada Jumat, 2 Oktober 2020 kemarin.

Kisah menyedihkan ini dialami oleh tim tracing Covid-19 dari Puskesmas Sememi di Kota Surabaya.

Saat sedang mengunjungi Rusun Bandarejo Surabaya pada Selasa, 29 September 2020 sore hari kemarin, empat orang tenaga medis sedang melakukan pendataan pasien pandemi Covid-19 yang ada di daerah tersebut.

Namun mereka malah mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari para warga yang tidak setuju dengan aktivitas tenaga medis.

Akibatnya, tiga dari empat orang dilumuri kotoran manusia.

"Sedangkan satu orang petugas berhasil lolos dari peristiwa tersebut," jelas akun Instagram @Info_surabaya pada unggahannya.

Kejadian ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Puskesmas Sememi dr. Lolita Riamawati.

Ia menceritakan kronologis peristiwa kurang menyenangkan yang dialami oleh para karyawannya.

"Tanggal 23 September 2020, tim Satgas COVID-19 Kecamatan Benowo bersama Puskesmas Sememi melaksanakan swab test massal di Rusun Bandarejo.

"Tanggal 28 September, keluarlah hasil swab test tersebut yang menyatakan bahwa ada pasien yang positif COVID-19 di Rusun Bandarejo,” ujar dr. Lolita.

Dari hasil tersebut, kemudian tim tenaga medis memutuskan untuk bergerak serta melakukan edukasi dan evakuasi pasien ke RS Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.

Namun nyatanya saat berada di lokasi, tim tracing Puskesmas Sememi mendapat penolakan yang cukup keras. Sehingga petugas menunda evakuasi untuk kembali dilanjutkan keesokan harinya.

Kejadian tersebut terus berlangsung hingga akhirnya pada tanggal 29 September 2020, petugas tenaga medis yang kembali datang untuk melakukan tracing dan pemberian edukasi soal Covid-19 malah dilempari kotoran manusia.

Sejak unggahan ini dibuat, sebanyak 3.461 netizen sudah menyukai postingan tersebut.

Banyak juga diantara mereka berkomentar dan menyanyangka bagaimana perbuatan masyarakat terhadap tim medis tersebut.

"Bukannya ada cara yang manusiawi untuk melakukan penolakan.Mereka juga kerja karena ada perintah dari atasan.

"Ya masa tega ke sesama pejuan pencari nafkah ga tega liat bapaknya kaya gitu, smh," jelas akun instagram @alainjeh.

Netizen lainnya ada yang heran bagaimana bisa serangan kotoran manusia itu sudah dipersiapkan sedemikian rupa.

"Sumpah aku ngakak bacanya. Kok bisa ya.

"Mungkin orang-orang sudah sepakat kalau nanti habis buang air besar (BAB) nanti ditaro di kantong plastik semuanya," jelas akun Instagram lainnya.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel