7 Fakta Tentang Akbar Pemulung Viral yang Diangkat Anak oleh Syekh Ali Jaber

Loading...
Loading...

Beberapa waktu yang lalu sebuah potret dari seorang remaja pemulung menjadi viral di media sosial.

Pasalnya foto itu menunjukkan sang pemulung tengah duduk berteduh menanti hujan reda dengan membaca Al-Quran.

Diketahui ia memiliki nama Akbar, seorang pemulung yang berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Saat ini sosok Akbar kembali menjadi sorotan setelah Syekh Ali Jaber membuat sebuah Instagram Story bersama dengan dirinya.


Dalam Instagram Story tersebut, Syekh Ali Jaber mengatakan telah mendapatkan sebuah kejutan saat mengisi acara di Kota Cimahi.

Syekh Ali Jaber mengungkapkan jika ia bertemu dengan Akbar, bocah pemulung yang sempat viral setelah terpotret tengah membaca Al-Quran saat menunggu hujan.

"Ini dia Muhammad Gifari Akbar, yang fotonya cukup viral di sosial media. Tukang pemulung yang istikamah salat dan mengaji," katanya, dalam sebuah unggahan di fitur Instagram story akun @syekh.alijaber, Rabu, 11 November 2020 siang.

Dalam kesempatan itu bahkan Syekh Ali Jaber meminta kepada Akbar kesediaannnya untuk menjadi anak angkatnya.

Akbar pun mengangguk bergumam memperbolehkan Syekh Ali Jaber untuk mengangkat dirinya sebagai anak.

Lalu siapa sebenarnya sosok Akbar remaja pemulung yang terpotret sedang mengaji saat berteduh dari hujan.

Dirangkum Pikiran-Rakyat.com berikut fakta-fakta tentang Akbar, pemulung viral yang diangkat anak oleh Syekh Ali Jaber.

1. Akbar Berasal dari Kabupaten Garut

Ditemui pewarta Pikiran-rakyat.com baru-baru ini, Akbar tinggal di Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Memiliki nama lengkap Muhammad Gifari Akbar, ia memang lebih sering berada di kawasan Kota Bandung dibandingkan di kampungnya untuk mencari barang bekas.

Dalam sepekan, ia berada di Garut paling hanya dua hari dan selebihnya ia habiskan waktu di jalanan di kawasan Kota Bandung.

2. Sempat Bersekolah hingga Kelas 4 SD

Dalam kesempatan itu Akbar mengaku sebelum menjadi seorang pemulung, ia sempat mengenyam pendidik hingga kelas 4 di salah satu sekolah dasar yang tak jauh dari kediamannya di Garut.

Namun, Akbar berhenti sekolah tetapi tak menjelaskan alasan terhentinya pendidikan yang di tempuhnya.

Sejak putus sekolah ia mulai sering bepergian tanpa adanya tujuan yang jelas dari mulai menjadi pengamen di jalan hingga akhirnya menjadi seorang pemulung.

Hal itu ia lakukan karena Akbar merasa tak betah jika harus terus berdiam diri di rumah sehingga mencoba mencari kehidupan di luar.

3. Berjalan Kaki dari Garut ke Bandung

Kepada pewarta Pikiran-Rakyat.com, Akbar mengaku untuk menuju Bandung ia memilih untuk berjalan kaki.

Akbar selalu menempuh perjalanan Garut ke Bandung dengan berjalan kaki sambil mencari barang bekas.

Namun, tak hanya Kota Bandung, Akbar juga pernah sampai ke Jakarta, Yogyakarta, dan Lampung untuk mencari barang bekas.

4. Membaca Al-Quran Jadi Pilihan Akbar untuk Menahan Rasa Lapar

Menjadi seorang pemulung bukanlah hal yang mudah bagi Akbar, tak setiap hari ia mendapatkan barang bekas untuk dijual dan uangnya untuk mengisi perutnya.

Walaupun dalam keadaan yang cukup sulit Akbar tak pernah mengeluh jika tak mendapatkan uang untuk membeli makanan.

Akbar mengataka jika perutnya terasa lapar, ia memilih untuk mengambil Al-Qur'an untuk dibacanya.

"Setiap perut terasa lapar, saya langsung baca Al-Qur'an dan rasa lapar itu pun hilang dengan sendirinya," ujarnya.

5. Tak Ingin Terjerumus Hal Negatif Meski Hidup Dijalanan

Meski hidup dijalanan Akbar mengaku tak ingin terjerumus pada hal-hal negatif seperti orang-orang diseitarnya.

Bahkan ia tetap melaksanakan pepatah yang diberikan orang tuanya agar tak sampai meninggalkan ibadah lima waktu (solat) dan juga membaca Al-Qur'an.

6. Akbar Selalu Pegang Pesan Nenek dan Kakeknya

Akbar selalu membawa Al-Quran jika sedang pergi kemana pun.

Selama di Garut ia tinggal dengan nenek dan kakeknya yang rumahnya tak jauh dari kediaman orang tuanya.

Dari nenek dan kakeknya itulah Akbar mendapatkan pepatah untuk selalu menjalankan ibadah salat dan mengaji.

"Kalau di Garut, saya tinggal di rumah nenek dan kakek yang jaraknya masih berdekatan dengan rumah orang tua saya. Dari merekalah saya selalu mendapatkan pepatah untuk tidak pernah meninggalkan salat, zikir dan mengaji sehingga saya tak pernah meninggalkan Al-Qur'an ke manapun saya pergi," ucap Akbar.

7. Diangkat Anak dan Diajak Umrah oleh Syekh Ali Jaber.

Usai potretnya viral di media sosial, tak menyangkan seorang Syekh Ali Jaber diam-diam mengagumi Akbar.

Dalam sebuah kesempatan dipertemukan disebuah acara, Syekh Ali Jaber bahkan mengajak Akbar berkendara bersamanya.

Merekam pertemuan dan diunggah di Instagram Story, Syekh Ali Jabar menyampaikan keinginnannya.

Syekh Ali Jaber mengatakan akan mengangkat Akbar sebagai anaknya.

Tak hanya di angkat sebagai anak, Akbar juga diajak Syekh Ali umrah bersama di Bulan Desember mendatang.

“Akbar kira-kira minat gak nih jadi anak angkat?”

Yang ditanya mengangguk.

“Boleh ya? Nanti kita umrah bareng ya. Insyaallah kita umrah bareng bulan Desember,” kata Ali Jaber menjanjikan.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel