UAS: Orang Punya Ikatan Dinas Ikut Sambut Habib Rizieq Dihukum dari Jabatannya

Loading...
Loading...

 


Ustaz Abdul Somad (UAS) turut menyambut kedatangan Habib Rizieq Syihab di Pondok Pesantren Alam dan Argokultural Markaz Syariah, Bogor. 

Dalam sambutannya, UAS menyinggung jemaah yang dihukum dan diblokir akun media sosialnya yang menyebut nama Rizieq. 

"Orang yang menyambut beliau, kalau masih ada ikatan dinas, maka beberapa hari ini kita lihat orang itu dihukum dari jabatannya. Orang yang mengupdate status kalau menulis nama beliau, maka Instagramnya akan diblokir. Hanya menulis namanya saja, maka Facebooknya akan ditutup. Orang menjadi takut untuk menjenguk beliau, kecuali orang-orang yang sudah dihabiskan," kata UAS yang disambut dengan teriakan takbir jemaah, Jumat (13/11). 

UAS kemudian mempertanyakan kesalahan yang dilakukan Rizieq. Ia bertanya apakah Rizieq pernah merugikan negara atau pernah menjual aset negara ke luar negeri. 

"Apa dosanya? Apa kesalahannya? Berapa triliun negeri ini pernah dirugikannya? Uranium yang pernah dijualnya ke luar negeri? Berapa BUMN perusahaan yang pernah dijualnya ke aset-aset negara? Ada yang pernah dia jual?" tanyanya. 

Ia menyebut, selama ini Rizieq hanya menuntun masyarakat bertobat dan membangkitkan semangat mereka, dan berusaha memotivasi umat untuk berbuat baik.

"Dia hanya mengajari anak muda pecandu narkoba bertaubat kepada Allah. Dia hanya membangkitkan semangat anak muda yang selama ini berzina menjadi takut kepada Allah. Dia hanya mengajak mereka yang memakai baju hitam, pakaian hitam berubah menjadi putih. Mereka berusaha untuk memutihkan catatan amal baik mereka di hadapan Allah," tuturnya. 

"Dia hanya menyadarkan umatnya supaya sadar bahwa politik itu penting, angkatlah pemimpin yang adil dan amanah. Dia hanya sedang mengajak umatnya jangan memilih pemimpin kafir. Salahkah perbuatannya? Tidak!" tegasnya lagi. 

Ia mengatakan karena Rizieq tinggal di negara demokrasi, maka Rizieq berhak menyuarakan kebenaran. Ia menyebut Rizieq selama ini hanya melawan ketidakadilan. 

"Hari ini saya berangkat setelah salat subuh menuju airport, naik pesawat, setelah pesawat naik mobil, setelah naik mobil jalan macet, saya musti turun naik sepeda motor. Setelah naik motor itu pun tidak bergerak, jalan kaki. Akhirnya sampai ke mari. Dalam hati saya berkata, 'celaka itu orang yang mengatakan, orang yang kemarin mengatakan tidak ada yang menyambutnya'," ujarnya.

UAS pun bersyukur banyak orang yang menyambut Rizieq. Menurutnya, semua orang yang datang menyambut Rizieq karena cinta. 

"Ternyata yang menyambutnya seramai ini, sebanyak ini. Orang berjalan kaki, anak-anak muda berjalan kaki, orang tua, ibu-ibu duduk di pinggir jalan. Apa yang membuat orang datang ke sini? Satu, cinta," pungkasnya.

Sumber : kumparan.com


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel