Habib Rizieq Shihab Sampaikan Kabar Buruk Ini, Usai Minta Maaf pada Masyarakat Indonesia

Loading...
Loading...


Imam Besar Front Pembela Islam (IB FPI) , Habib Rizieq Shihab sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesi beberapa waktu lalu.

Tepatnya pada Rabu, 2 Desember 2020 dalam sebuah acara dialog nasional 212 secara virtual.

Permohonan maaf yang disampaikan Habib Rizieq Shihab terkait serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dirinya dan FPI.

Yang mana telah mengundang banyaknya kerumunan massa sejak ia tiba dari Arab Saudi pada awal November lalu.

Antusias masyarakat yang begitu besar sehingga saat HRS tiba di bandara Soekarno-Hatta disambut dengan ribuan jamaahnya.

Tidak hanya itu, Habib Rizieq juga menyampaikan permohonan maaf terkait kerumunan massa di wilayah Tebet, Petamburan, hingga di Megamendung, Bogor.

menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

HRS menjelaskan bahwa diantara kegiatan yang mengundang kerumunan tersebut terjadi diluar kendali dirinya, sebab antusiasme berlebih dari para jamaahnya.

"Kita meminta maaf kepada semua masyarakat kalau dalam kerumunan di bandara, Petamburan, Tebet, Megamendung, terjadi penumpukkan di luar kendali karena antusias," jelas Habib Rizieq dikutip mantrasukabumi.com dari Jurnalpresisi.Pikiran-Rakyat.com pada Jumat, 4 Desember 2020.

Habib Rizieq juga meminta maaf kepada para ulama dan kiai, hal ini lantaran diterapkannya prosedur yang ketat saat akan memasuki kediamannya.

“Saya juga meminta maaf kepada ulama, kiai yang datang ke rumah saya. Kita di sini sudah memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat," jelas Habib Rizieq.

"Jadi di pintu gerbang itu sudah kita sediakan rapid test hingga swab antigen, jadi kalau ada tamu siapa pun dia tanpa terkecuali kita periksa,” lanjutnya.

Usai permintaan maaf tersebut, tiba-tiba Habib Rizieq menyampaikan kabar kurang baik kepada para pengikutnya.

Dalam rangka menghormati aturan protokol kesehatan, Habib Rizieq akan menunda seluruh rangkaian kegiatan dakwah diluar kota hingga Pandemi COVID-19 selesai.

Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan massa lantaran antusiasme masyarakat yang tidak terbendung.

"Jadi kita harus hormati protokol kesehatan, itu termasuk akhlak yang harus kita jaga," jelasnya.

Sebelumnya akibat kegiatan Habib Rizieq yang mengundang kerumunan massa, telah menimbulkan dirinya terjerat kasus hukum atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sebelumnya Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat telah menaikkan status perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat ke tahap penyidikan.

Menyusul hal tersebut, Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga telah meningkatkan kasus di Petamburan dari penyelidikan ke penyidikan.

Dalam dua kasus ini, polisi menggunakan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, dan Pasal 216 KUHP.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel