Kisah Pilu Gadis 18 Tahun, Merantau ke Arab Saudi Mengejar Riyal, Berakhir di Dalam Koper

Loading...
Loading...


Afryani, seorang gadis 18 tahun merantau ke Arab Saudi menjadi Tenaga Kerja Wanita atau TKW untuk mendapatkan penghasilan berupa Riyal.

Namun, bukannya Riyal yang didapat, ia malah mengalami nasib pilu dan malang.

Mengapa tidak, Afryani ditemukan dalam kondisi tewas, mayat gadis berusia 18 tahun ini terbungkus dalam koper di Arab Saudi.

Korban diketahui beralamat di Kampung Bakung RT 04 / RW 01 Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Camat Kronjo, Tibi membenarkan bahwa korban merupakan warganya.

"Dia (Afryani) sempat kabur dari majikannya di Arab Saudi mau pulang ke Tangerang," ujar Tibi kepada Warta Kota, Rabu (2/12/2020).

Tibi menyebut korban sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Namun Afryani ini menjadi TKI ilegal tidak melalui jalur yang benar.

"Kami saat ini masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan KBRI," ucapnya.

Diduga korban kabur dari rumah majikannya karena tidak kerasan.

Lalu tiba - tiba ada peristiwa menggegerkan mengenai penemuan mayat dalam koper ini.

"Belum tahu pasti apa korban mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari majikannya.

Kami masih menunggu proses pemulangan jenazah," kata Tibi.

Pelaku Ditangkap

Sementara itu, Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, melalui juru bicaranya Teuku Faizasyah menerangkan, otoritas keamanan Arab Saudi telah menangkap dua orang WNI di Mekkah terkait kasus mayat WNI di dalam koper.  

Disebutkan Faizasyah, bahwa penangkapan dua WNI tersebut masih berkelindan dengan penemuan mayat WNI di dalam koper yang ditemukan di wilayah Mina, Mekkah, Arab Saudi. 

"Kepolisian setempat telah melakukan penangkapan terhadap dua WNI yang diduga terlibat dalam penempatan jenazah dalam koper tersebut," kata Teuku kepada Kompas.com, Senin (30/11/2020).

Kepada dua orang WNI tersebut, imbuh dia, KJRI juga akan memberikan bantuan kekonsuleran.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan hak-hak hukum atas kedua WNI tersebut.

Sebelumnya, Teuku mengatakan, seorang wanita berinisial A berusia 23 tahun ditemukan tewas.

Namun, ia tak menyebut dari mana daerah asal wanita tersebut. 

Hanya, ia memastikan bahwa KJRI akan menghubungi keluarga korban dan membantu proses pemulasaran jenazah.

Diberitakan sebelumnya, jasad seorang wanita muda ditemukan di dalam sebuah koper di tanah suci Mekkah, Arab Saudi menurut laporan media lokal, Gulf News, Minggu (29/11/2020).

Sebuah penyelidikan awal mengungkap, jasad wanita muda itu diduga warga negara Indonesia berusia 24 tahun yang tidak masuk kerja di hari ditemukan jenazahnya.

Jaksa Penuntut Umum di Mekkah menerima dokumen kasus untuk menyelesaikan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian wanita itu.

Polisi Mekkah sendiri telah menerima informasi itu pada Jumat malam dari seorang warga yang menemukan sebuah koper besar tergeletak di tanah.

Ketika warga itu memeriksa koper tersebut, dia menemukan jasad seorang wanita di dalamnya.

Pekerja Migran

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha mengatakan A sebelumnya tercatat sebagai pekerja migran Indonesia.

Ia bekerja di Arab Saudi kepada seseorang, hingga akhirnya ia melarikan diri dari majikannya.

Tidak dijelaskan secara rinci kapan A berangkat ke Arab Saudi dan sudah berapa lama ia tinggal di sana.

Menurut Judha, karena A kabur dari majikannya, maka statusnya menjadi orang yang hidup tanpa dokumen.

"Almarumah merupakan pekerja migran yang tercatat kabur dari majikan.

Sehingga statusnya menjadi undocumented," ujar Judha saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (30/11/2020).

Setelah kabur dari majikannya, ia pun tinggal di Arab Saudi dirawat dua orang WNI.

TKW Asal Indramayu Alami Depresi Berat di Taiwan

Selain kasus di atas, baru-baru ini video seorang TKW asal Indramayu di Taiwan membuat banyak netizen menangis.

Pasalnya, ia mengalami depresi cukup parah. Tubuhnya pun kurus dan tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Taiwan.

Video berdurasi 0:41 detik itu pun viral di media sosial dan banyak dibagikan netizen sejak 24 November 2020.

Dalam video itu TKW tersebut awalnya diberi sepotong roti oleh seorang yang diduga perawat rumah sakit.

Seseorang itu lalu membantunya membuka bungkus roti agar lebih mudah dimakan. Namun, sebelum memakannya, TKW itu justru mengangkat tinggi-tinggi roti itu dan menengadah ke atas.

"Allah aku makan ya," ujar dia dengan suara serak lemah menyedihkan.

Berdasarkan informasi yang coba Tribuncirebon.com himpun, TKW itu rupanya sudah tidak punya orang tua lagi.

Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Banyak netizen yang membagikan video itu agar keluarganya yang masih hidup di Kabupaten Indramayu bisa mengetahui kondisi TKW tersebut.

"Bantu shear, Olih sing grup sebelah Tolong bantuen kanggo pahlawan devisa Sapa sing kenal, kuh tkw taiwan asal sing indramayu depresi parah Juk bantuane lur (Bantu Share, dapat dari grup sebelah tolong bantuannya untuk pahlawan devisi siapa yang kenal, ini TKW Taiwan asal dari Indramayu depresi parah, minta bantuannya teman-teman)," tulis akun Bozez Putrademak dalam videonya yang sudah ditonton sekitar 6 ribu kali.

Dengan viralnya video itu, beberapa netizen mengaku mengetahui sosok TKW tersebut.

Melalui postingannya, menurut akun Erna Zaky, TKW itu bernama Caskewi, warga Blok Kalijajar, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.

"BMI TAIWAN, Ank indramayu jh Arane Caskewi,  wong widiyasari cangkingan kali jajar, AKIBAT DEPRESI, SEMOGA CEPAT SEMBUH YA NOK DUCH MELAS TEMEN (BMI Taiwan, Anak Indramayu namanya Caskewi, orang Widiyasari Desa Cangkingan Kalijajar, akibat depresi, semoga cepat sembuh ya adik duh kasihan sekali)," tulis Erna Zaky.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel