Mantan Ketua BIN Mendadak Beri Peringatan, Sebut 2 Organisasi Dokter Menyesatkan Soal Covid-19

Loading...
Loading...


Pandemi Covid-19 di Indonesia hingga detik ini masih meradang.

Hal ini terlihat dari angka positif Covid-19 yang masih tinggi.

Seperti yag telah diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, pada Jumat sore kemarin, 25 Desember 2020 jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 7.259 orang.

Namun meski data menunjukkan sudah banyak yang terinfeksi oleh virus corona, masih ada sebagian orang yang percaya bahwa virus corona ini tak nyata.

Fenomena tersebut juga didorong dari maraknya informasi bohong atau hoaks yang beredar di media sosial.

Menanggapi gelagat ini, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM. Hendropriyono angkat bicara.

Sebagaimana diberitakan MantraSukabumi.com dalam artikel "Mantan Kepala BIN Hendropriyono Sebut 2 Organisasi Dokter yang Menyesatkan Tentang Covid-19", Hendropriyono menyebut ada dua organisasi dokter yang memberikan informasi menyesatkan tentang Covid-19.

"Masyarakat mohon waspada terhadap penyesatan, yang diviralkan melalui media sosial akhir-akhir ini. Penyesatan tersebut bisa membuat orang lengah, terhadap pandemi Covid-19 yang masih merajalela," katanya Hendropriyono dikutip dari unggahannya di akun Twitter @edo751945 pada Sabtu, 26 Desember 2020.

Hendropriyono lantas menyebut 2 organisasi adalah Ärzte für Aufklärung yang didirikan Mei 2020 oleh dr. Heiko Schöning dan World Doctor's Alliance yang didirikan sekitar bulan Juni 2020.

Menurut Hendropriyono keduanya bukan organisasi dokter yang resmi, melainkan dibentuk oleh dokter-dokter yang selalu menyangkal bahaya Covid-19.

"Kelompok ini selau bertentangan dengan semua asosiasi dokter resmi di dunia serta juga WHO, RKI (Robert Koch Institut Jerman) dan lain-lain Badan Internasional tentang epidemi," tuturnya.

Bahkan Hendropriyono menegaskan jika mereka sangat berbahaya, sebab dapat membuat masyarakat makin tak mau berhati-hati dalam hal virus

Hal itu lanjut Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer merupakan bukti jika kemampuan intelektual tidak membuktikan adanya kesehatan mental.

"Hal tersebut sama dengan kaum 'anarko punk' yang ramai pada dekade 1970 dan orang-orang yang dalam dua dekade terakhir percaya pada teori-teori konspirasi," ujarnya.

"Mereka termasuk umat besar dari 'The Earth is Flat Movement'. Artinya, di dunia ini ada virus yang menyerang fisik dan ada yang menyerang mental atau pmikiran manusia," ucap mantan ketua BIN tersebut.

Mereka termasuk umat besar dari "The Earth is Flat Movement."
Artinya, di dunia ini ada virus yg mnyerang fisik dan ada yg mnyerang mental atau pmikiran manusia.

AM Hendropriyono
Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer.— AM. Hendropriyono (@edo751945) December 25, 2020

Sumber : pikiran-rakyat

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel