Polisi Ini Klaim Pukuli 9 Anggota FPI Sekaligus, Kini Ancam Habib Rizieq, Polri Periksa Kejiwaan

Loading...
Loading...


Viral, polisi ini klaim pukuli 9 anggota FPI sekaligus, kini ancam Habib Rizieq Shihab, Polri periksa kejiwaan.

Seorang personel polisi di Polres Pekalongan jadi sorotan lantaran video viral mengancam memenggal Imam Besar Front Pembela Islam ( FPI).

Polres Pekalongan pun langsung bertindak memeriksa anggotanya tersebut.

Sosok polisi berpangkat Aiptu ini menceritakan pengalaman pahitnya berurusan dengan FPI.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto menanggapi sebuah video viral yang mengancam Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab atau dikenal dengan Habib Rizieq.

Ancaman itu disampaikan seorang pria yang mengaku sebagai anggota Polri, berinisial Aiptu H.

Aiptu H diduga berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, berdasarkan pengakuan yang ia sampaikan melalui kanal YouTube Hendri Official, diunggah Rabu (2/12/2020).

Menanggapi kasus itu, Polres Pekalongan Kota langsung memberi klarifikasi tentang pria yang diduga sebagai anggota di bawah satuannya.

"Betul itu anggota saya, berinisial H berpangkat Aiptu bertugas di satuan perawatan tahanan dan barang bukti (Sat Tahti)," ungkap AKBP M Irwan Susanto, dikutip dari TribunJateng.com, Kamis (3/12/2020).

Irwan juga langsung memeriksa kebenaran Aiptu H sebagai jajarannya.

"Dengan adanya video tersebut, kami langsung mengidentifikasi apakah oknum tersebut anggota kepolisian," kata Irwan.

"Kami juga menginventarisis permasalahannya dan melaporkan kejadian ini bapak Kapolda." lanjutnya.

Polres Pekalongan Kota juga akan memeriksa kondisi kejiwaan oknum polisi tersebut.

"Selain itu, kami juga mendatangkan kedokteran ahli kejiwaan dan memeriksa kejiwaannya," kata Irwan.

Menurut Irwan, beberapa hari sebelum video tersebut viral, propam Polres Pekalongan Kota memeriksa Aiptu H.

Pasalnya Aiptu H beberapa hari tidak masuk kerja.

"Tiga atau empat hari yang lalu kami mengidentifikasi Aiptu H ini, karena oknum tersebut tidak bekerja di kesatuannya," jelas Irwan.

Meskipun begitu, belum dapat disimpulkan apakah absennya Aiptu H diduga terkait video yang viral di media sosial.

Selain itu, Aiptu H sempat menyampaikan keinginan berpindah tugas di satuan lain.

Menurut Irwan, hal itu masih diselidiki Polres Pekalongan Kota.

"Untuk keanehan oknum polisi tersebut kami hanya sebatas mendengar. Keanehannya yaitu yang bersangkutan tidak mau di Sat Tahti namun ingin di satuan yang lainnya," ungkap Irwan.

"Kebenarannya nanti kita dalami seperti apa," tegasnya.

Isi video viral Aiptu H

Tayangan berdurasi 2 menit 49 detik itu ditonton lebih dari 20 ribu kali dan mendapat lebih dari 1.000 komentar.

Pria yang merupakan oknum polisi ini segera diduga berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah berdasarkan ucapannya di dalam video.

"Selamat pagi untuk warga Pekalongan sekitarnya, selamat pagi untuk warga seluruh Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan," kata pria tersebut dalam videonya.

Pria itu menyindir tingkah laku FPI layaknya preman.

Tidak hanya itu, ia mengaku tidak takut dengan FPI serta pemimpinnya, Habib Rizieq.

Pria itu juga mengancam akan memenggal kepala Rizieq.

"Akhir-akhir ini kita melihat ada organisasi yang bergaya preman. Bergaya jagoan. Bahkan bak seorang juara yang tidak ada tandingannya, kita semua paham siapa mereka FPI atau Front Pembela Islam," ucapnya.

"Demi Allah saya tidak gentar dengan FPI, Rizieq, dan kroni-kroninya dan demi Allah saya siap membabat lehernya kalau sampai berulah terlalu jauh apalagi mengacaukan NKRI," lanjut Aiptu H.

Aiptu H kemudian mengaku pernah mengalami kejadian yang melibatkan anggota FPI.

Saat itu seseorang yang mengaku sebagai anak petinggi FPI menolak ditilang Satlantas Polres Pekalongan Kota karena berbuat salah.

Sumber : tribunnews.com

Kemudian anak petinggi FPI ini mengajak rekan-rekannya sejumlah 50 orang untuk menggeruduk pos polisi Monumen Kota Pekalongan.


Aiptu H mengaku benci dengan organisasi masyarakat (ormas) ini sejak kejadian tersebut.


"Tak terima ditilang massa mendatangi ke pos polisi Monumen Pekalongan Kota," ungkapnya.


"Kurang lebih sembilan orang saya pukulin, tergeletak semua dan sampai sekarang pun saya masih benci sama FPI karena gayanya radikal dan gayanya sok jagoan preman," kata H.


Ia mengaku siap melakukan perbuatan sadis terhadap pemimpin FPI.

"Demi Allah saya siap menyembelih lehernya Rizieq, mencukil matanya, atau membabat kakinya dan saya tak gentar melawan organisasi seperti FPI, HTI, maupun sejenisnya. Karena saya seorang Polri tidak akan mundur sejengkal pun," ancam Aiptu H.


"Catat, demi Allah dan demi Rasulullah saya tidak pernah mundur dan tidak pernah takut," tegasnya.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel