Dompet Indah Halimah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ182 Asal Babel Ditemukan, Isinya Masih Utuh

Loading...
Loading...


Dompet Indah Halimah Putri, korban Sriwijaya Air SJ182 asal Bangka Belitung berhasil ditemukan. Indah adalah istri Rizki Wahyudi warga Pangkalpinang yang berangkat ke Pontianak dalam rangka bekerja.

Namun nahas, mereka sekeluarga harus meninggal karena pesawat yang mereka tumpangi jatuh.

Bersama pasangan suami istri ini, turut serta Rossi Wahyuni (ibunda Rizki Wahyudi), Arkana Nadhif )(anak Rizki-Indah) dan Nabila Anjani (sepupu Rikzi).

Hingga malam ini, belum ada hasil identifikasi untuk nama Rizki dan tiga keluarga lainnya.

Baru Indah Halimah Putri yang telah teridentifikasi.

Kabar terbaru, tim penyelam pada hari ini menemukan barang pribadi korban Sriwijaya Air SJ-182, Indah Halimah Putri.

Dompet korban Sriwijaya Air atas nama Indah Halimah Putri berhasil ditemukan tim penyelam Kopaska.

Isi dompet milik Indah masih lengkap.

Bahkan uang di dalamnya masih utuh.

"Kita menemukan satu dompet ada KTP atas nama Indah Halimah Putri."

"Ini masih lengkap KTP-nya beserta NPWP, juga masih ada uangnya utuh," terang Panglima Koarmada I TNI AL, Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid, Jumat (15/1/2021).

Selain barang pribadi korban Sriwijaya Air, tim penyelam Kopaska juga menemukan serpihan material pesawat.

"Tim penyelam Kopaska menemukan serpihan material pesawat yang sudah kita kumpulkan di atas sini (KRI Rigel)," lanjut Rasyid.

Hingga Kamis (14/1/2021) malam, total 12 korban Sriwijaya Air SJ-182 berhasil diidentifikasi.

Tiga korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Dikutip dari Kompas.com, berikut daftar 12 korban teridentifikasi:

1. Okky Bisma (30), pramugara Sriwijaya Air

2. Fadly Satrianto (38), co-pilot Sriwijaya Air

3. Khasanah (50)

4. Asy Habul Yamin (36)

5. Indah Halimah Putri (26)

6. Agus Minarni (47)

7. Ricko (32)

8. Ihsan Adhlan Hakim (33)

9. Supianto (37)

10. Pipit Piyono (23)

11. Mia Tresetyani (23), pramugari Sriwijaya Air

12. Yohanes Suherdi (37)

Kesaksian Istri Rizki Wahyudi

Istri Rikzi Wahyudi, Indah Halimah Putri, keduanya 26 tahun dan menjadi penumpang Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh Sabtu (9/1/2021) kemarin, sempat mengungkap kondisi cuaca sebelum pesawat nahas itu lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

Kesaksian itu menjadi satu di antara fakta terungkap dari tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) kemarin.

Indah Halimah Putri adalah istri Rizki Wahyudi, yang juga bersama 3 anggota keluarga lain diketahui menjadi penumpang pesawat tersebut

Bersama Indah Halimah Putri dan Rizki Wahyudi, ada Rossi Wahyuni (ibunda Rizki),, Arkana Nadif (8 bulan) (anak Rizki-Indah) dan Nabila Anjani (keponakan Rossi/sepupu Rizki).

Mereka berangkat ke Pontianak karena bekerja sebagai ASN di Kabupaten Ketapang.

Fakta yang belakangan terungkap adalah Indah Halimah Putri, istri Rizki sempat mengirim foto sayap pesawat Sriwjaya Air SJ182 yang hilang kontak dan dinyatakan jatuh.

Indah juga meminta doa dari keluarganya.

Hal ini diungkapkan adik Indah Halima Putri, yang dikabarkan juga bernama Nabila.

Dia mengatakan kakaknya sempat mengirimkan foto sayap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang ditumpangi sebelum lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak.

Dari foto tersebut, tampak kondisi bandara saat itu sedang hujan.

Selain foto, Indah juga mengirimkan pesan agar Nabila dan keluarga mendoakannya sampai tujuan.

"Doakan ya," kata Nabila membacakan pesan terakhir Indah seperti dilangsir Tribunnews.com pada artikel yang telah tayang dengan judul Penumpang Ini Sempat Kirim Foto Sayap Pesawat Sriwijaya Air yang Hilang, Bandara Hujan: Doain Ya di kediamannya di Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (9/1/2021) kemarin.

Dari foto yang ditunjukkan, tampak rintik bekas hujan di kaca luar jendela pesawat.

Begitu lah kondisi cuaca di menit-menit akhir sebelum pesawat ini hilang kontak.

Sejauh ini, sejumlah saksi juga mengatakan bahwa saat pesawat jatuh di sekitar perairan Kepuluan Seribu, cuaca memang sedang hujan.

Disclaimer: hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai penyebab Sriwjaya Air SJ182 hilang kontak dan kemudian dinyatakan jatuh.

Nabila, adik Indah itu menuturkan, sejak menikah, kakaknya tinggal di Pontianak, ikut suaminya Rizki Wahyudi.

"Namun sejak hamil besar, Indah pulang ke Desa Sungai Pinang hingga melahirkan dan anaknya usia tujuh bulan," kata Nabila.

"Baru seminggu lalu suami Indah, Muhammad Rizky wahyudi menjemput untuk kembali ke Pontianak. Namun, musibah itu tiba," ujar Nabila.

Kesaksian ayah Indah Halimah Putri

Sementara itu, melangsir berita Tribun Sumsel yang telah tayang dengan judul Ayah : Seharusnya Indah Terbang ke Pontianak Tanggal 10 Januari, Tapi Ternyata Lebih Cepat , Indah Halimah Putri (26 tahun), sejatinya terbang ke Pontianak pada 10 Januari.

Perempuan asal Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir ini, sebelumnya bertolak dari Pangkalpinang, Bangka Belitung pada 4 Januari.

Menurut Ridwan, ayahanda Indah, putrinya itu mengungkapkan telah menjalani swab PCR test di Jakarta pada 8 Januari lalu.

"Kata anak saya, hasil swab keluar tanggal 10 Januari. Ya sudah, anak saya nunggu dulu," kata Ridwan saat ditemui di kediamannya di Sungai Pinang, Minggu (10/1/2021).

Swab tersebut dijalani empat orang yakni Indah, suaminya Rizki Wahyudi (27), mertuanya bernama Rosi Wahyuni dan seorang anggota keluarga lainnya bernama Nabila Anjani.

Ada satu orang lagi yang ikut perjalanan yakni Arkana Nadhif berusia 7 bulan yang merupakan putra pasangan Rizki dan Indah.

Namun ternyata, hasil swab keluar sehari lebih cepat dibanding jadwal semula.

"Kata Puput (nama panggilan kesayangan Indah), dia SMS saya bilang kalau swab test-nya ternyata keluar lebih cepat tanggal 9 Januari pagi dan hasilnya negatif. Akhirnya langsung pesan tiket pesawat hari itu juga," ujar Ridwan.

"Memang seharusnya terbang ke Pontianak tanggal 10 Januari. Tapi ternyata lebih cepat," ujarnya menambahkan.

SMS hasil swab test itu pun merupakan pesan terakhir Indah kepada ayahnya sebelum menumpang pesawat Sriwijaya Air SJY 182 yang hilang kontak itu.

Setelah SMS dari Indah, pada petang harinya Ridwan mendapat informasi dari media sosial bahwa ada pesawat hilang kontak di Kepulauan Seribu.

Ia juga menerima daftar nama penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY 182, di mana ada nama Indah dan keempat anggota keluarga lainnya.

"Kami syok. Kemarin rasanya lidah Kelu sekali," ungkap Ridwan yang tampak tegar itu.

Saat ini Ridwan masih menuggu informasi dari keluarga di Jakarta.

Perjalanan Indah

Ridwan, ayahanda Indah mengatakan, tak ada yang bisa diperbuat keluarga selain menunggu informasi terkini.

"Sedang menunggu dari pemberitaan. Sedang menunggu kabar dari kerabat di Jakarta juga," kata Ridwan saat ditemui di kediamannya di RT 07 Dusun IV Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Minggu (10/1/2021).

Ridwan mengungkapkan, Indah beberapa bulan terakhir tinggal di Sungai Pinang selama proses kehamilan hingga melahirkan.

Setelah melahirkan putra pertama pada Mei lalu, Indah tinggal bersama orang tuanya.

Sementara sang suami bernama Rizki Wahyudi (27 tahun), tinggal di Ketapang, Kalimantan Barat karena bekerja di Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Pada 15 Desember lalu, Rizki datang ke Sungai Pinang untuk menjemput Indah.

"Selama 10 hari menantu saya tinggal di sini. Tanggal 25 (Desember), Puput (nama panggilan kesayangan untuk Indah), anaknya dan suaminya pamit mau berangkat ke Pontianak. Tapi katanya mau ke Pangkalpinang (Bangka Belitung) dulu," ungkap Ridwan.

Berangkatlah tiga orang anggota keluarga itu, Indah, suaminya Rizki dan putranya Arkana Nadhif yang berusia 7 bulan itu.

Setiba di Pangkalpinang, keluarga ini tinggal terlebih dahulu di rumah ibunda Rizki bernama Rosi Wahyuni.

"Anak saya itu ke Pangkalpinang tujuannya mau jemput mertuanya dulu, ibunya Rizki. Sekitar sepuluh hari mereka di sana. Tanggal 4 Januari, mereka terbang ke Pontianak, tapi singgah dulu di Jakarta," terang Ridwan.

Anggota keluarga yang bertolak dari Pangkalpinang ke Jakarta pun menjadi lima orang.

Selain Indah, Rizki, Arkana dan Rosi, ada seorang anggota keluarga lainnya bernama Nabila Anjani.

Nabila diketahui merupakan saudara sepupu Rizki.

Tiba di Jakarta, keluarga ini melakukan swab PCR test pada 8 Januari lalu.

Menurut Ridwan, berdasarkan keterangan putrinya itu, hasil swab akan keluar dua hari kemudian atau pada 10 Januari.

"Tapi kata anak saya, swab test-nya ternyata keluar lebih cepat tanggal 9 Januari pagi. Akhirnya langsung pesan tiket pesawat hari itu juga," ujar Ridwan.

Menurutnya, Indah terakhir kali mengirim pesan mengenai hasil swab PCR test, beberapa jam sebelum terbang.

"Kemarin pukul 13.52, Puput SMS saya, katanya hasil PCR test-nya negatif," kata Ridwan

Menurut Ridwan, Indah juga sempat mengatakan bahwa pesawat yang ditumpanginya delay karena cuaca buruk.

"Kata Puput, pesawatnya delay karena hujan deras di Jakarta. Tapi delay berapa jam, dia tidak bilang," ujar Ridwan.

Ibunda Rizki Wahyudi Titip Orangtuanya

Informasi sementara yang dihimpun, setidaknya ada sejumlah warga dari Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi korban Sriwjaya Air SJ182 jatuh ini.

Mereka adalah Rossi Wahyuni (51) bersama 4 anggota keluargannya, masing-masing Rizki Wahyudi (26) (anak Rossi), Indah Halimah Putri (istri Rizki),  Arkana Nadif (8 bulan) (anak Rizki-Indah) dan Nabila (keponakan Rossi/sepupu Rizki).

Isromaini (52) tak menyangka kepergian Rossi (51) ke Jakarta pada Jumat (8/1) lalu ternyata berarti banyak hal.

Isromaini, warga Jalan KH Abdul Hamid RT 003 RW 001 Kelurahan Rawabangun, Kecamatan Tamansari, Pangkalpinang itu merupakan tetangga Rossi.

Kepada Isromaini, Rossi menitipkan orangtuanya.

"Ya Allah, baru kemarin Rossi pamit, tetangga sekaligus teman saya. Maaf Nan, ku mau pamit, besok mau pergi, mendadak ke Jakarta. Tidak jadi hari Sabtu berangkatnya. Nitip emak ku ok," ungkap Isromaini sambil menangis saat ditemui di rumahnya, Sabtu malam.

Menurutnya, Rossi merupakan sosok ibu yang tegar dan kuat meski hidup menjanda.

Pada kesempatan itu, Rossi sempat memberikan topi anak-anak sebagai kenang-kenangan sambil memeluk Isromaini.

Dia menyebutkan, Rossi tinggal bersama ibunya yang sudah tua.

Rossi diketahui berangkat ke Jakarta untuk meneruskan perjalanan ke Pontianak.

Rossi ikut bersama anaknya Rizki Wahyudi (26) yang bekerja di Kementerian Kehutanan dengan penugasan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Rossi berangkat bersama Rizki dan istrinya, Indah Halimah Putri bersama Arkana Nadif (8 bulan) serta keponakan Rossi atau sepupu Rizki, Nabila Anjani.

Nama mereka diduga adalah nama di dalam manifes penumpang seperti banyak beredar dan telah terkonfirmasi.

Sementara suasana Rumah keluarga Rosi Wahyuni di kawasan Masjid Jamik, Kota Pangkalpinang tampak sepi Sabtu (9/1/2021) malam.

Wartawan Bangkapos.com, Resha Jauhari melaporkan, tetangga sekitar menyebut Rosi bersama keluarganya berjumlah lima orang berpamitan pergi ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Rizky Wahyudi diketahui bekerja sebagai ASN di Kabupaten Ketapang.

Malam tadi, kediaman Rizky di dekat Masjid Jamik Pangkalpinang tampak lengang.

Sempat Main ke Rumah Sekda Pangkalpinang

Sebelumnya, kabar Rizki Wahyudi menjadi satu dari sejumlah penumpang Sriwijaya Air yang hilang kontak hari ini dikabarkan oleh Sekretaris Daerah Pangkalpinang Radmida Dawam.

Radmida Dawam menyebutkan, ada sejumlah warga Kota Pangkalpinang yang menjadi penumpang pesawat yang dikabarkan jatuh di Kepulauan Seribu itu.

"Ada tiga orang warga Kota Pangkalpinang di dalam manifest penerbangan itu, namanya Rizky Wahyudi, rumahnya di sebelah Jembatan Pelipur, belakang Masjid Jamik, tadi sudah ke sana tapi rumahnya tutup," kata Radmida kepada Bangkapos.com melalui pesan whatsapp, Sabtu (9/1/2021) kemarin.

Radmida menyebutkan, Sabtu lalu ketiga penumpang pesawat tersebut baru saja main ke rumahnya.

"Dia itu kerja di Kalimantan bagian kehutanan di Ketapang, dari Jakarta ke Pontianak, rencana terus ke Ketapang, Sabtu kemarin baru ke rumah saya untuk silahturahmi," sebutnya.

Kata Radmida, Rizki ingin memboyong anak dan istrinya, sebab sepi hanya tinggal sendiri di Ketapang.

"Rizky jemput anaknya pulang ke Ketapang tempat kerja, katanya sepi di sana," tambah Radmida.

Radmida masih terus mendoakan keselamatan mereka.

Sebab dirinya masih belum berani meyakini seutuhnya kalau Rizky dan keluarganya jadi korban.

Pramugara asal Sungailiat Jadi Korban

Ada satu nama lagi yang juga warga asal Sungailiat bernama Yuliandhika alias Dhika.

Berdasarkan informasi yang beredar, Dhika berprofesi sebagai pramugara.

Dia adalah warga di Sripemandang Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Pantauan Bangkapos.com di grup WhatsApp memberikan informasi bahwa yang bersangkutan warga Babel.

"Kalau tidak salah name e Yuliandhika/Dhika, orang Sripemandang, lagi dicroscek kebenaran nya," tulis Taufik salah satu anggota Grup.

Kronologi Sriwijaya Air SJ182 Hilang Kontak

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan kronologi pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 hilang kontak usai lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (9/1/2021).

Menurut Budi, pesawat tersebut take off dari bandara tersebut pada pukul 14.36 WIB.

“Pukul 14.37 WIB masih 1.700 kaki kontak diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki, dengan mengikuti standar instrumen," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Sabtu.

Sekitar pukul 14.40 WIB, lanjut Budi, pesawat tersebut terlihat tidak mengarah ke tujuan seharusnya. Melainkan pesawat tersebut terlihat mengarah ke Barat Daya.

“Oleh karenanya ditanya oleh ATC (air traffic control) untuk melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian dalam hitungan second pesawat Sriwijaya SJ-182 hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, bandara tujuan, instansi terkait,” kata dia.

Menhub mengatakan, Sriwijaya Air SJ-182 membawa penumpang 50 orang, bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pemerintahan dan Transit Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Surachman mengatakan, nelayan Pulau Lancang mendengar ledakan di sekitar lokasi jatuhnya Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182, Sabtu (9/1/2021).

Nelayan Pulau Lancang juga melihat pesawat Sriwijaya Air jatuh ketika hujan deras mengguyur lokasi kejadian.

"(Nelayan) sempat mendengar ledakan dua kali di bawah laut dan dia melihat pesawat jatuh, lagi hujan lebat. Menurut mereka sekitar pukul 2 siang (pesawat jatuh)," kata Surachman dikutip dari siaran langsung Kompas TV.

Nelayan yang melihat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air langsung melapor ke Pemkab Kepulauan Seribu.

Terakhir Sriwijaya Air, Ini Daftar Kecelakaan Pesawat di Indonesia Sejak Tahun 2.002

Duka mendalam bagi masyarakat Indonesia dan kalangan dunia penerbangan.

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan kode SJ 182 hilang kontak dan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) sore.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel