Pilu Satu Keluarga Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, Kerabat Ceritakan Anak yang Masih Berusia 8 Bulan Sempat Tak Ingin Lepas darinya Sebelum Berangkat

Loading...
Loading...


Duka mendalam masih menyelimuti para keluarga dan kerabat korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada Sabtu (9/1/2021) kemarin.

Upaya pencarian korban serta puing-puing pesawat juga masih berlangsung sejak diduga pesawat Sriwijaya Air dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak ini jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.

Pihak maskapai Sriwijaya Air jug telah mengeluarkan manifes daftar penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 tersebut.

Setidaknya ada 62 penumpang yang terdiri dari 40 Penumpang serta 12 awak kapal.

Diantara deretan nama penumpang yang berada di dalam pesawat nahas tersebut, rupanya ada satu keluarga yang turut menjadi korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Mereka adalah keluarga besar Indah Halimah putri yang mejadi korban kecelakan pesawat Sriwijaya Air bersama Suami, ibu, anak serta sepupunya.

Kelima orang tersebut yang merupakan satu keluarga menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada Sabtu sore lalu.

Di dalam pesawat Indah bersama suaminya Rizki Wahyudi, anaknya yang berusia 8 bulan Arkana Nadhif Wahyudi, Ibu dari sang suami Rosi Wahyuni beserta Sepupunya Nabila Anjani.

Satu keluarga itu berasal dari Kabupaten Ogan Ilir (OI) bernama Indah Halimah Putri, yang tercatat sebagai warga RT 07, Dusun IV Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang.

Indah diketahui berangkat ke Pontianak dalam rangka untuk menemani sang suami yang bekerja di Kementerian LHK dan bertugas sebagai Pengendalii Ekosistem Hutan (PEH) di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat.

Dilansir Gridhype.id dari RRI.co.id pada Senin (11/01/2021), Elsa yag merupakan salah satu kerabat korban mengkonfirmasi jika kelima orang tersebut berangkat dari Jakarta menuju Pontianak menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ182.

"Tidak ada firasat sama sekali. Cuma anaknya (Arkana Nadhif Wahyudi) nempel terus sama saya sebelum pergi. Mereka sempat video call sebelum berangkat, cuma melambaikan tangan, tidak ngomong apa-apa," kata Elsa.

Dia pertama kali mendapat kabar jika pesawat yang ditumpangi keluarganya jatuh dari suaminya saat menonton berita di televisi.

"Kami kaget dan panik, karena kata suami itu pesawat yang ditumpangi Rizki. Sampai sekarang nomor telfon mereka tidak ada yang aktif," tukasnya.

Berdasarkan pemantauan Gridhype.id, dari data manifes pesawat yang dikeluarkan maskapai Sriwijaya Air SJ182 keleima nama anggota keluarga Indah Halimah Putri seluruhnya masuk dalam daftar nama korban.

Faisal Rahman saat konferensi Pers menyampaikan, dari data manifest pesawat, terdapat 62 orang yang berada di pesawat tersebut.

"Di dalam pesawat tersebut ada 62 jiwa, untuk kru pesawat ada 6 orang. Dan sementara hanya itu yang bisa saya Sampaikan,"ujarnya saat konferensi Pers di Bandara Internasional Supadio, Sabtu (9/1/2021).

Sebelumnya diberitakan jika pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ182 hilang kotak setelah empat menit lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 diketahui hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB dan diduga kuat terjatuh di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya di sekitar pulau Laki dan Pulau Lancang.

Penumpang dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak tersebut diketahui membawa 62 orang didalamnya termasuk para kru pesawat.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada tahun 1994 tersebut membawa 50 penumpang dan 12 orang kru dengan rincian 40 orang dewasa, tujuh anak-anak serta tiga bayi.

 Sumber : grid.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel