Namanya Masuk Manifes Sriwijaya Air SJ182, Tapi Sarah Masih Hidup, Kok Bisa?

Loading...
Loading...


Pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021. Pesawat jenis Boeing 737-500 itu mengangkut 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 awak kabin.

Dalam manifes penerbangan yang beredar, nama Sarah Beatrice Alomau turut tercantum. Namun pemilik nama itu hingga kini masih hidup. Dia dipastikan tidak ada dalam penerbangan nahas, meski namanya ada dalam daftar penumpang.

Mengapa itu bisa terjadi?

1. Identitas Sarah dipakai orang lain

Kuasa hukum Sarah Beatrice Alomau, J Richard Siwoe menyebut identitas kliennya ternyata dipakai oleh seseorang tanpa izin. Dia adalah teman satu kontrakan Sarah, yakni Shelfi Ndaro, yang menjadi penumpang pesawat SJ182.

"Jadi itu ceritanya, Shelfi Ndaro pakai nama Sarah. Jadi mereka berdua teman di tempat kerja di pergudangan 8, Tangerang. Kontrakan mereka berdekatan. Shelfi biasa datangi ke kos Sarah," kata Richard saat dihubungi, Senin (11/1/2021).


2. Sarah tak pernah tahu identitasnya digunakan Shelfi

Menurut keterangan Sarah, Shelfi memang mengungkapkan rencananya berangkat ke Pontianak dengan calon suami. Tapi Sarah tak pernah tahu Shelfi memakai identitasnya untuk membeli tiket pesawat Sriwijaya, dan diduga juga untuk proses swab test.

"Sara tidak pernah tahu, identitasnya dipakai entah difoto atau digimanakan dia tidak tahu," kata Richard.

3. Sarah pertanyakan protokol pengecekan identitas di bandara

Richard mengatakan, saat ini kondisi Sarah sendiri syok karena ada namanya dalam daftar penumpang pesawat nahas itu. Atas hal itu, Sarah melalui kuasa hukumnya mempertanyakan protokol keamanan dan pengecekan identitas yang dilakukan pihak bandara serta Sriwijaya Air.

"Yang saya pertanyakan itu dia bisa pake kopian untuk perjalanan dan swab, kenapa orang tidak terbang kok namanya bisa dibawa. Yang ga bawa identitas asli bisa terbang," kata Richard.

Atas hal itu, Richard mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Sriwijaya Air. "Karena yang penumpang itu Shelfi bukan Sarah, Sriwijaya harus cari keluarga Shelfi untuk asuransi dan nama Sarah ini agar tidak distatus orang mati," kata Richard.

Sumber : idntimes.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel