Sudah Dimakam 4 Hari Karena Covid-19, Istri Kaget Suami Pulang dalam Kelaparan, Terungkap Faktanya

Loading...
Loading...

 


Seorang istri terkejut melihat sang suami pulang ke rumah dalam kondisi lapar.

Padahal suaminya sudah dimakamkan empat hari yang lalu, setelah divonis meninggal dunia karena Covid-19.

Peristiwa itu terjadi di daerah El Carmen, Honduras - sebuah negara yang terletak di Amerika Tengah.

Melansir dari Daily Mail, Senin (11/1/2021), seorang pria dipastikan telah ‘meninggal dunia’ oleh keluarganya.

Tetapi pria yang disebut ‘meninggal’ tersebut kembali ke rumah dalam kondisi lapar dan penuh luka.

Tentu saja hal itu sangat mengejutkan istrinya yang masih dirundung rasa duka.

Ternyata, mereka salah mengidentifikasi jenazah di kamar mayat rumah sakit setempat.

Dan keluarga itu menguburkan jenazah korban virus corona yang tidak dikenalnya.

Victoria Sarmiento telah menghabiskan beberapa hari untuk mencari suaminya Julio, setelah pria berusia 65 tahun itu tidak kembali ke rumah.

Pada Rabu (30/12/2020) Victoria membawa dokumen identitas suaminya ke rumah sakit setempat.

Setibanya di sana, seorang staf memberi tahukan bahwa Julio baru saja meninggal karena virus corona.

Media lokal melaporkan Victoria kemudian diajak ke kamar mayat untuk melihat kondisi suaminya.

Dia juga dilaporkan mengenali tubuh pria di kamar mayat Rumah Sakit de Occidente itu sebagai Julio.

Ia kemudian menerima jenazah suaminya untuk segera di makamkan.

Setelah itu Victoria menyewa mobil jenazah dari rumah sakit  untuk membawa pulang jenazah suaminya, sekitar 50 km jauhnya.

Anggota keluarga tak tidur di sepanjang malam untuk mempersiapkan proses pemakaman.

Victoria mengatakan dia menghabiskan biaya sekitar 10.500 Lempira (Rp 6,1 juta) untuk pemakaman suaminya.

Setelah pemakaman, Victoria mengaku masih belum bisa menghilangkan rasa duka karena kehilangan suaminya.

Empat hari setelah pemakaman usai, Julio tiba-tiba pulang ke rumahnya.

Kehadiran Julio yang tak terduga itu mengejutkan semua orang, dan tidak bisa mempercayainya.

Ternyata suami wanita itu tidak meninggal karena Covid-19, melainkan dia terjatuh dan terluka di sebuah ladang di kota tetangga.

Dia diduga mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri saat berjalan-jalan.

Butuh waktu berhari-hari bagi Julio berjalan tanpa makanan atau air sebelum dia pulang ke rumah.

“Itu bukan suamiku yang meninggal, karena suamiku ada di sini sekarang. Saya mengenalinya,” kata Victoria.

Karena merasa di tipu, Victoria ingin pihak RS mengembalikan sebagaian biaya yang telah ia habiskan.

“Karena mereka memberi saya tubuh seorang pria yang tidak saya kenal,” katanya.

Ia pun menyalahkan petugas kamar mayat yang tidak memeriksa dan melihat apakah itu benar-benar suaminya atau bukan.

Pihak Rumah Sakit de Occident memastikan bahwa pria tak dikenal yang di makamkan Victoria telah tiba di rumah sakit dalam kondisi medis serius.

Pria ‘tanpa identitas’ itu mengidap Covid-19 pada 27 Desember 2020, dan meninggal beberapa jam kemudian.

Direktur rumah sakit, Juan Carlos Cardona, bersikeras bahwa wanita itu telah salah mengidentifikasi suaminya.

“Instruksi dari Komite Darurat Kota adalah untuk menyimpan jenazah yang meninggal karena Covid di kulkas selama enam hari jika ada anggota keluarga yang muncul,” katanya.

"Kemudian sang istri datang, membawa kartu identitasnya, mengenalinya dan mengatakan bahwa pria itu adalah suaminya," ujar Juan.

Dia menambahkan bahwa, staf kemudian mencatat kemiripan fisik pria yang meninggal dengan foto yang dibawa Victoria.

Wanita itu kemudian melihat untuk mengenali tubuh suaminya sendiri di kamar mayat rumah sakit.

“Kantong plastik dibuka dan dia berkata bahwa itu adalah suaminya. Itu sebabnya jenazah tersebut diberikan padanya,” ungkap Juan.

Menurut rumah sakit, salah satu anak Julio memberitahu mereka untuk mengungkapkan keraguan tentang orang yang meninggal itu.

Hal itu diketahui setelah dia membuka peti jenazah pada hari pemakaman, tetapi kemudian melanjutkan prosesi pemakaman meskipun mereka ragu.

“Hal yang logis adalah membawa mayat itu kembali sehingga kami dapat menyelidikinya,”

“Tetapi keluarga mereka menelepon kembali dan mengatakan bahwa dia adalah Julio dan mereka akan menguburkannya,” kata Juan.

Juan mengaku bahwa pihaknya talah menyimpan semua dokumen terkait informasi tersebut.

“Bahkan permintaan maaf dari salah satu anak Victoria sebagai bukti jika dia mengajukan gugatan,” ungkap Juan.

Sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel